Monday, June 9, 2014

ADVETORIAL : BANGUN PERTANIAN BERKELANJUTAN, BADUNG BUKA 100 HEKTAR SAWAH BARU

PESATNYA pembangunan sarana akomodasi pariwisata di Kabupaten Badung, tidak lantas berimplikasi terhadap alih fungsi lahan pertanian warga. Faktanya, Badung masih mampu membuka lahan baru untuk pertanian seluas 100 hektar lebih. Karya nyata pembukaan areal pertanian baru ini berlokasi di Subak Pangsut Sari, Desa Belok Sidan, Kecamatan Petang.
“Keberhasilan pembuatan Terowongan Tradisional sepanjang 7,966 meter ini merupakan wujud konkrit terbangunnya sinergitas lingkup SKPD. Di antaranya seperti dilakukan Dinas Bina Marga dan Pengairan, Dinas Pertanian serta masyarakat Subak Pangsut Sari dalam upaya pembangunan sektor pertanian berkelanjutan di Kabupaten Badung,” ujar Anak Agung Gde Agung, Bupati Badung, usai Melaspas sekaligus peresmian Pura Ulun Swi dan Terowongan Subak Pangsut Sari di Desa Sidan, Kecamatan Petang, pada Selasa (13/5).
Upacara Melaspas sendiri dipuput oleh Ida Peranda Gde Dangin dari Griya Gede Carangsari. Turut hadir pada upacara itu, Jro Gde Duuran Pemangku Pura Ulun Danau Batur,  Jro Mangku Gde Pura Pucak Mangu, Kadis Bina Marga Dan Pengairan, Ida Bagus Surya Suamba, didampingi Kabid Pengairan, Anak Agung Gde Dalem, Kabid Pengelolaan Lahan dan Air Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten  Badung, Kabid Persubakan Dispenda Badung, Nyoman Gede, serta Camat Petang, Ngurah Ariawan.
Menurut Bupati Gde Agung, pihaknya akan terus mendorong segenap SKPD Pemerintah Kabupaten Badung untuk berinovasi terutama dalam menjawab dan merespon dinamika pembangunan dengan program konkrit yang berorientasi pada hasil di berbagai bidang. Di sektor pertanian, misalnya, akan terus didorong dalam peningkatan produksi pangan. Itu tidak saja dilakukan dengan instensifikasi juga diupayakan dengan melakukan ekstensifikasi pada sektor pertanian dengan membuka lahan pertanian baru.
Bupati juga menuturkan bahwa terobosan ini dilakukan untuk menjawab tantangan sekaligus isu alih fungsi lahan pertanian seperti yang dikhawatirkan banyak pihak sebagai akibat pesatnya pembangunan sarana prasarana akomodasi pariwisata. Pembukaan lahan sawah baru ini, kata Bupati Gde Agung, diharapkan akan dapat mempertahankan dan meningkatkan produksi beras dalam rangka program ketahanan pangan khususnya di Kabupaten Badung. “Kegiatan ini sekaligus sebagai bentuk dukungan Pemkab Badung dalam rangka mendukung program nasional peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) di atas 5 %. Sementara di Kabupaten Badung selama ini, secara berturut-turut berhasil meraih penghargaan P2BN sejak  tahun 2009,” jelas Bupati Gde Agung.
Sementara itu Kadis Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Badung, Ida Bagus Surya Suamba, didampingi Kabid Pengairan, Anak Agung Gde Dalem, mengungkapkan bahwa pembuatan terowongan sepanjang hampir 8 km ini dimaksudkan untuk dapat menaikkan air Tukad Bangkung menuju rencana lokasi percetakan sawah baru seluas 100 hektar lebih. Kegiatan pembuatan terowongan ini menindaklanjuti kebijakan Bupati dalam rangka pelestarian sektor pertanian melalui pembukaan lahan pertanian baru guna mengimbangi terjadinya alih fungsi lahan pertanian.
Suamba juga menjelaskan bahwa kegiatan pembuatan terowongan ini dimulai sejak tahun 2010 lalu. Dilakukan secara bertahap dengan pembiayaan bersumber dari penyisihan Pajak Hotel dan Restoran (PHR) sebesar Rp 1,025 milyar, serta swadaya masyarakat sebesar Rp 378 juta lebih. “Sedangkan pada tahun anggaran 2014 ini, telah dirancang untuk membangun bendungan dengan anggaran sebesar Rp 2,6 milyar lebih. Serta saluran induk yang membagi air ke petak sawah senilai Rp 1,9 milyar, sehingga dalam akhir Tahun 2014 ini sawah baru sudah bisa berproduksi,” jelas Suamba. (F.915) majalah fakta online

No comments:

Post a Comment