Saturday, November 7, 2015

SURABAYA RAYA

SETELAH SDN PENJARINGAN SARI 1, 
PEMKOT RESMIKAN LAGI BANGUNAN BARU SMPN 44

Walikota meminta kepada seluruh Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS)
Kota Surabaya agar berdiskusi untuk menciptakan muatan lokal
berupa ekstrakulikuler bagi daerah dengan cluster khusus
BEBERAPA langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam upaya menciptakan lingkungan belajar mengajar yang lebih nyaman bagi para siswa, perlahan mulai menampakkan hasil. Setelah meresmikan bangunan baru SDN Penjaringan Sari 1, Selasa pagi (22/9) pemkot kembali melakukan seremonial peresmian bangunan baru milik SMPN 44 di kawasan Sidodadi, Kelurahan Simolawang, Kecamatan Simokerto.
Peresmian gedung sekolah itu dilakukan langsung oleh Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, dan dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Hendro Gunawan, perwakilan DPRD Kota Surabaya, jajaran SKPD Pemkot Surabaya, Muspika Kecamatan Simokerto dan Kecamatan Semampir, serta tokoh masyarakat Kelurahan Simolawang.
Dalam laporannya, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya, Ikhsan, berharap dengan dibangunnya gedung yang baru milik SMPN 44 ini para siswa bisa lebih berkonsentrasi belajar, sehingga bisa lebih mencetak prestasi, dan para guru serta kepala sekolah bisa lebih semangat dalam bekerja.
Walikota Surabaya dalam sambutannya di hadapan para guru dan siswa menjelaskan, gedung SMPN 44 awalnya satu area dengan SDN Sidotopo 4, menyebabkan para siswa kesulitan dalam berkonsentrasi saat belajar.
Walikota juga berpesan kepada para guru dan kepala sekolah yang hadir untuk memberikan ekstrakulikuler khusus berupa pelatihan menjahit. “Saya menitipkan pesan kepada semua guru dan kepala sekolah untuk memberikan ekstrakulikuler khusus seperti pelatihan menjahit kepada siswa, supaya ketika siswa lulus mampu memiliki keterampilan menciptakan barang. Nanti, pemkot akan membantu dalam pemenuhan fasilitasnya,” imbuh walikota perempuan pertama dalam sejarah pemerintahan Kota Surabaya ini.
Bu Risma (sapaan akrab walikota) juga meminta kepada seluruh Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kota Surabaya agar berdiskusi untuk menciptakan muatan lokal berupa ekstrakulikuler bagi daerah dengan cluster khusus. Selain itu, Bu Risma juga berpesan agar terus menjaga kebersihan sekolah, karena kebersihan adalah cerminan wajah sekolah. Selain itu, pihaknya akan siap membantu jikalau sekolah dengan tiga tingkat ini kesusahan dalam menjaga kebersihan dan perawatan lingkungan sekolah.
“Para MKKS diharapkan bisa bersinergi untuk menyempurnakan ide muatan lokal bagi kawasan dengan cluster khusus. Nantinya, ide tersebut akan dibahas bersama dengan Dinas Pendidikan. Selain itu, jika pihak sekolah mengalami kesulitan dalam menjaga kebersihan, harap ada laporan. Nanti, pemkot akan mengirim petugas kebersihan,” tegas walikota.
Setelah melakukan penandatanganan di atas prasasti dan pengguntingan untaian bunga melati sebagai tanda diresmikannya bangunan sekolah itu, walikota didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala SMPN 44 langsung melakukan peninjauan para siswa di kelas. Di kelas, walikota berpesan kepada para siswa untuk fokus dengan proses belajar mengajar, dan meminta agar tidak memainkan telepon genggam selama proses belajar mengajar. “Kalau kalian main handphone, konsentrasi kalian akan terpecah, dan tidak paham dengan pelajaran sekolah. Sehingga di rumah masih harus mempelajari lagi apa yang diajarkan tadi, bukan belajar untuk materi esoknya,” tegas walikota.
Senada dengan Kepala Dinas Pendidikan, Kepala SMPN 44, Anik Anggriani, berharap dengan diresmikannya bangunan baru sekolah yang dipimpinnya ini para siswa lebih bisa berkonsenstrasi dalam belajar. Mengenai ekstrakulikuler, SMPN 44 telah memiliki ekstrakulikuler bertaraf nasional untuk memenuhi minat dan bakat para siswanya, seperti silat, tari, futsal dan karya ilmiah remaja. “Para wali kelas juga sering melakukan home visit jika dirasa ada siswa yang menurun prestasinya”.
Sekolah yang telah memiliki 24 rombongan belajar ini, nantinya akan segera melengkapi diri dengan perpustakaan, laboratorium komputer, laboratorium musik dan rumah jamur. Ke depan, sekolah yang mampu menampung 850 siswa ini akan menambah lagi 15 ruangan yang diperuntukkan kelas, laboratorium IPA, dan ruang guru. Karena sekolah belum memiliki kantin, para siswa dihimbau untuk membawa makanan dari rumah.
“Karena ini hari pertama para siswa pindah, minggu ini kami himbau bagi para siswa untuk membawa bekal dari rumah. Minggu depan akan dibuatkan kantin sementara di bagian lobby utama. Untuk perpustakaan, lab komputer, lab musik dan rumah jamur sedang dalam proses pindah dari bangunan lama. Tahun depan akan ada perluasan bangunan yang nantinya akan diperuntukkan bangunan kelas, laboratorium IPA dan ruang guru,” imbuh perempuan asal Nganjuk ini.
Setelah melakukan kunjungan ke kelas, walikota dengan didampingi sekretaris daerah dan rombongan SKPD Pemkot Surabaya berkunjung ke Puskesmas Sidotopo yang letaknya bersebelahan dengan SMPN 44, dan  baru dibuka di hari yang sama. Di sana, walikota melakukan peninjauan fasilitas yang dimiliki puskesmas bertingkat dua ini. Kemudian walikota menyempatkan untuk berkunjung ke Sekolah Islam Taswirul Afkar untuk bertemu dengan para siswa yang ada di sana. (Rilis) web majalah fakta / majalah fakta online

No comments:

Post a Comment