Wednesday, February 18, 2015

Simulasi : Musim Hujan, Warga Diimbau Tetap Waspadai Kebakaran

Dinas Kebakaran Surabaya Gelar  Latihan Simulasi Penanganan Kebakaran

Saat berlangsung latihan simulasi penanganan kebakaran
WARGA Kota Surabaya diimbau untuk tetap mewaspadai terjadinya potensi kebakaran di lingkungan tempat tinggal mereka. Pasalnya, meskipun intensitas hujan sekarang ini tengah deras-derasnya mengguyur Kota Pahlawan, bukan berarti meniadakan potensi kebakaran.
Kepala Dinas Kebakaran Kota Surabaya, Chandra Ratna Maria Oratmangun, mengatakan, berdasarkan data yang ada di Dinas Kebakaran Kota Surabaya, di musim hujan kali ini kebakaran masih cukup sering terjadi meskipun intensitasnya tidak setinggi seperti ketika musim kemarau.
“Memang potensi kebakaran meningkat ketika musim kemarau. Tapi jangan salah, di musim hujan seperti ini pun masih ada kebakaran. Karena itu kami menghimbau warga untuk tetap waspada. Jangan lengah,” tegas Chandra Oratmangun ditemui Rabu (18/2) di sela-sela latihan simulasi dalam rangka persiapan hari pemadam kebakaran nasional di Taman Surya.
Menurut Chandra Oratmangun, merujuk pada data terjadinya kebakaran di Dinas Kebakaran Kota Surabaya, selama musim hujan kali ini angka kejadian kebakaran terhitung satu (1) kejadian hingga 20 kejadian per bulannya. Jumlah tersebut memang terbilang rendah bila dibandingkan dengan kejadian kebakaran di musim kemarau di mana per bulannya bisa mencapai 90 hingga 100 peristiwa kebakaran.
“Penyebab kebakarannya bisa karena petir. Tetapi lebih banyak karena arus pendek. Juga bisa karena mati lampu terus pakai lilin, ketiduran dan akhirnya terbakar,” terang Chandra.
Perihal latihan persiapan untuk peringatan hari pemadam kebakaran nasional yang diperingati setiap tanggal 1 Maret pada setiap tahunnya, Chandra menegaskan bahwa  untuk tahun ini Dinas Kebakaran Kota Surabaya akan menggelar sendiri seremoni acaranya setelah tahun lalu peringatannya menjadi satu dengan Dinas Kebakaran Pemprov Jatim. “Tahun ini kita berdiri sendiri. Pelaksanaannya awal Maret nanti di Taman Surya,” jelasnya.
Nantinya, sekitar 100 personel gabungan dari Dinas Kebakaran, Bakesbang Linmas, Satpol PP dan Dinas Kesehatan Kota Surabaya akan ikut ambil bagian dalam dua simulasi pemadamam kebakaran. Pertama yakni simulasi pemadaman kebakaran yang terjadi di daerah pemukiman padat penduduk sehingga tidak memungkinkan mobil pemadam kebakaran untuk bisa menjangkau dari dekat titik kebakaran. “Untuk simulasi kebakaran di lokasi pemukiman padat penduduk, kita akan pakai teknik dan peralatan yang tidak butuh mobil untuk masuk ke dalam,” jelasnya.


Dan simulai kedua adalah pemadaman kebakaran yang terjadi pada bangunan tinggi seperti ruko (rumah toko), sekaligus menolong para korban yang terjebak di gedung tersebut. Untuk simulasi ini, Dinas Kebakaran Kota Surabaya mengerahkan mobil Sky Lift. Mobil yang terlihat kokoh dan gagah tersebut ikut dibawa ketika latihan simulasi  di Taman Surya (18/2). Personel Dinas Kebakaran berada di tangga mobil yang lantas menjangkau atap bangunan sisi barat Balai Kota Surabaya.
“Mobil Sky Lift ini bisa menjangkau gedung-gedung setinggi 55 meter. Kira-kira gedung lantai 10 hingga lantai 12 masih bisa dijangkau. Tentunya ini akan memudahkan personel kita untuk mengevakuasi korban,” sambung Chandra.
Selain simulasi pemadaman kebakaran, dalam peringatan Hari Pemadaman Kebakaran awal Maret nanti juga akan digelar apel kesiagaan bencana dengan peragaan peralatan pendukung Satuan Pelaksana (Satlak) Penanggulangan Bencana (PB) Kota Surabaya. Peragaan peralatan pendukung Satlak PB tersebut juga melibatkan personel dari Basarnas dan juga PMI yang akan memperlihatkan kepiawaian mereka dalam penanggulangan bencana. (Rilis) web majalah fakta


Tuesday, February 17, 2015

Perdagangan : Batasi Peredaran Alat Kontrasepsi, Disperdagin Surabaya Surati Pengelola Toko Swalayan

Paket kontrasepsi hari Valentine yang dijual bebas di sejumlah minimarket
PENJUALAN secara vulgar alat kontrasepsi yang dikemas dalam bentuk paket dengan merk cokelat pada momen perayaan Hari Valentine 14 Februari lalu di beberapa minimarket di Surabaya, direspon oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Surabaya. Per 17 Februari 2015, Disperdagin Kota Surabaya mengeluarkan surat edaran perihal pembatasan peredaran alat kontrasepsi yang diperuntukkan bagi pengelola toko swalayan.
Kepala Disperdagin Kota Surabaya, Widodo Suryantoro, mengatakan, penjualan alat kontrasepsi dalam hal ini kondom di minimarket, seharusnya tidak  dipajang secara kasat mata dan mudah dijangkau  oleh siapa pun. Ada aturan-aturan yang mesti diperhatikan oleh pihak minimarket.
“Ini juga salah satu upaya untuk menjunjung tinggi nilai luhur budaya bangsa Indonesia dan menjaga anak-anak sebagai generasi penerus. Juga dalam rangka meminimalisir dampak negatif penyalahgunaan alat kontrasepsi,” tegas Widodo Suryantoro.
Dalam surat edaran bernomor 510/1353/436.6.11/2015 tersebut ada tiga poin penting perihal pembatasan peredaran alat kontrasepsi. Pertama, toko swalayan tidak boleh menjual alat kontrasepsi seperti kondom dalam bentuk paket dengan barang lainnya tanpa ijin dari pemilik produk. Kedua, penjualan alat kontrasepsi dilakukan pada rak tertutup atau tidak mudah dijangkau oleh pembeli dan dilayani langsung oleh penjaga toko atau oleh petugas kasir.
“Pihak minimarket seharusnya juga tidak melayani pembelian yang dilakukan oleh anak-anak yang belum dewasa (belum genap berusia 21 tahun) atau belum pernah menikah,” tegas Widodo Suryantoro ketika jumpa pers di Bagian Humas Pemerintah Kota Surabaya, Selasa (17/2).
Widodo menjelaskan, surat edaran ini tidak bisa dibilang terlambat karena perayaan hari Valentine sudah lewat. Sebab, sifat dari surat edaran tersebut berlaku tidak hanya untuk momen hari kasih sayang saja. “Ini bukan hanya untuk hari Valentine saja, tetapi juga berlaku pada momen lain semisal tahun baru. Tapi kemarin memang mencolok sekali,” sambung Widodo.
Mantan Kabag Perekonomian Kota Surabaya ini menjelaskan, pada perayaan hari Valentine lalu, tim Pemkot Surabaya yang terdiri dari personel Disperdagin, Satpol PP Kota Surabaya dan juga Dinas Pendidikan Kota Surabaya dalam penyisiran di 25 minimarket, memang menemukan produk paket valentine yang berisi cokelat, alat kontrasepsi (kondom) dan juga alat tes kehamilan yang siapa saja bisa dengan mudah membelinya.
Dijelaskan Widodo, beberapa minimarket yang ketahuan menjual paket Valentine tersebut di antaranya minimarket (Indomaret) di kawasan Klakahrejo, minimarket (Alfamart) di kawasan Semolowaru Utara, juga minimarket (Alfamidi) di kawasan Dukuh Kupang.
“Itu ternyata kebijakan lokal, bukan dari franchisenya. Kami sudah hubungi pihak pusat franchisenya, dan katanya tidak ada yang seperti itu. Meski itu barang bebas, tapi seharusnya itu dijual di outlet sendiri, terkunci dan diambilkan oleh petugas,” jelas pria berkacamata ini.
Disperdagin Kota Surabaya sudah melakukan sosialisasi perihal surat edaran tersebut ke pihak pengelola toko swalayan/minimarket. Karenanya, bila nanti masih ada minimarket yang abai terhadap surat edaran tersebut, Disperdagin akan memberikan sanksi tegas. “Sanksi awalnya kita akan minta tarik barang itu. Pilih ditarik sendiri atau kita yang akan menarik. Teman-teman pers juga kita harapkan bisa ikut mengawasi karena personel kami terbatas,” sambung Widodo.

Disperdagin tidak sendirian. Widodo menyebut pihaknya juga berbagi tugas dengan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya. Dispendik akan memberikan pemahaman  tentang seks kepada  anak-anak muda agar tidak salah langkah. “Sebab, ndak ada gunanya kalau dibatasi tetapi tidak diberikan pemahaman tentang hal itu,” sambung dia.(Rilis) web majalah fakta

Saturday, February 14, 2015

Peristiwa : Tim Ekspedisi NKRI Nusra Awali Kegiatan di Bali

Tim Ekspedisi NKRI Koridor Kepulauan Nusra tiba di kantor Gubernur Bali, 
disambut dengan tarian dan bale ganjur, Minggu (8/2)  
TIM Ekspedisi NKRI Koridor Kepulauan Nusra kunjungi Bali, pada Minggu, 8 Januari 2015. Tim dengan anggota gabungan TNI (AD, AU dan AL) dan kalangan mahasiswa itu tiba sekitar pukul 11.00 Wita di Kantor Gubernur Bali dari tempat kedatangan yakni Bandara Ngurah Rai. Mereka diterima secara langsung oleh Gebernur Bali, Made Mangku Pastika, didampingi Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali, Sugawa Kori, serta anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Provinsi Bali di Gedung Wisma Sabha Utama.
Kolonel Inf Taufik Sobri, Asisten Logistik Komando Pasukan Khusus, dalam ekspedisi sebagai ketua tim, menerangkan bahwa tim ekspedisi berjumlah 65 orang ini akan melakukan kegiatannya hingga ke Nusa Tenggara Timur. Tema kegiatan adalah Peduli dan Lestarikan Alam Indonesia. Ia berharap kegiatannya bisa memberi manfaat, salah satunya bagi Bali sebagai tempat diawalinya kegiatan.
“Ekspedisi ini yang kelima kali dilaksanakan. Tim merupakan gabungan antara militer dan sipil dengan kegiatan meliputi penjelajahan, penelitian, lintas keilmuan dan pengabdian kepada masyarakat. Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat bagi tempat ekspedisi (Pulau Bali),” ujar Kolonel Taufik.
Ekspedisi NKRI, lanjutnya, merupakan salah satu penjabaran visi-misi pemerintah di antaranya dalam mewujudkan keamanan nasional dan menjaga kedaulatan wilayah. Serta penjabaran agenda prioritas atau Nawa Cita yang di antaranya menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman kepada seluruh warga negara.
Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, menyambut baik kedatangan dan pelaksanaan kegiatan NKRI koridor Kepulauan Nusra ini di Bali. Apalagi wilayah provinsi yang dipimpinnya itu, ia sebut sebagai Pulau Cinta, menjadi bagian agenda kegiatan. Sekaligus mendukungnya mengingat, kata dia, kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya memantapkan semangat nasionalisme, rasa kesatuan dan persatuan seluruh komponen bangsa serta memperkokoh bangunan NKRI.
“Mudah-mudahan nuansa keindahan, kesejukan dan spiritual alam Bali, memberikan kedamaian dan kesehatan, sekaligus memberikan kekuatan bagi segenap anggota selama melaksanakan tugas,” ujar Gubernur Mangku Pastika.
Sementara itu, Kolonel Inf Heri Wiranto, Danrem 163/Wirasatya, dalam tim ekspedisi dengan kegiatan di Bali sebagai Ketua Wilayah, turut menjelaskan bahwa jumlah tim sebanyak 65 orang itu akan ditambah dengan personil dari daerah yang juga merupakan gabungan dari militer dan sipil, yakni beberapa mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Bali.
“Kita akan turut gabung. Tim dari daerah ada sebanyak 56 orang, gabungan dari TNI AD, AU dan AL, serta sipil yakni mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Bali,” ujar Danrem Heri.
Kegiatannya dibuka pekan depannya, tepatnya pada Jum’at (13/2), oleh Pangdam IX Udayana di Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem. Tim akan mengawali dengan melakukan survei. Kegiatan akan dilakukan dengan memasuki wilayah di antaranya pegunungan. Lama kegiatan ekspedisi akan berlangsung 4 bulan atau tepatnya hingga Juli 2015.

“Selain ekspedisi, tim juga akan melakukan berbagai kegiatan lain bersama masyarakat, di antaranya karya bhakti, bedah sekolah, serta kegiatan non fisik di antaranya kegiatan penyuluhan hingga ke tingkat sekolah,” jelas Danrem Heri. (Hermawan) web majalah fakta / majalah fakta online

Kamtibmas : Berduaan Di Kamar Hotel Terjaring Razia Pekat Polda Bali

Pasangan yang terjaring razia (foto kiri) dan Wadir Sabhara Polda Bali pantau kegiatan anggota saat razia pekat di Terminal Ubung Denpasar, pada Kamis (5/2)
DIDAPATI berduaan dalam kamar sebuah hotel, sepasang insan bukan suami-istri digelandang petugas. Mereka terjaring razia pekat (penyakit masyarakat) yang dilakukan tim gabungan Polda Bali pada Kamis (5/2) yang dipusatkan di seputaran kawasan Terminal Ubung, Denpasar.
Kepada petugas, keduanya, belakangan diketahui bernama Andi Kuswanto (23) dan Fatimah (42), mengaku hanya teman lama. Berduaan di siang bolong dalam kamar hotel, diakuinya hanya pertemuan biasa. “Kami teman sekampung. Teman lama. Kami hanya bertemu, tidak ngapa-ngapain,” ujar Fatimah, saat digelandang petugas.
Sebelum akhirnya terjaring, petugas cukup lama menggedor pintu kamar hotel yang dihuni keduanya. Entah merapikan dulu sesuatu atau lainnya, mereka baru membuka pintu hotel setelah petugas gabungan meminta bantuan pegawai hotel. Pasca pintu terbuka, keluarlah pria berperawakan tegap dengan potongan rambut cepak laiknya aparat. Namun setelah dicek identitasnya berupa SIM C, tidak memiliki KTP, Andi Kuswanto yang tinggal di Kampung Jawa RT 01 Gang Seroja, Denpasar Utara, itu ternyata hanya seorang pegawai swasta.
Sasaran razia pekat yang dilakukan tim gabungan Polda Bali ini yakni preman, gepeng dan sejumlah penyakit masyarakat lainnya antara lain judi. Jumlah personil yang dilibatkan dalam razia, menurut Wadir Sabhara Polda Bali, AKBP Agus Sugianto SH, sebanyak 150 anggota. Itu tergabung dari kesatuan Sabhara, Intel, Dalmas, Reskrim dan Intel dalam tiga unit truk. Obyek sasaran razia juga terhadap sejumlah hotel kelas melati di seputaran Jalan Pidada, Ubung, Denpasar.

Dalam razia pekat yang digelar itu, Agus juga menekankan supaya anggota tim gabungan selalu mengedepankan tindakan persuasif, melakukan pembinaan terhadap kasus pekat yang didapati. Namun jika ditemukan indikasi pelanggaran pidana supaya diterapkan penanganan sesuai prosedur. Kasus dominan yang didapat pada razia tersebut yakni identitas diri alias tidak ber-KTP. Adapun dari sejumlah hotel melati, petugas hanya menjaring satu pasangan yang diduga mesum. Sementara satu lagi pasangan yang juga diduga mesum lainnya berhasil kabur sesaat sebelum petugas tiba. (Hermawan) web majalah fakta / majalah fakta online

Korupsi : Pejabat Pemprop Jatim Ditangkap

Kepala Balitbang Jatim, Priyo Darmawan
KEJAKSAAN Tinggi (Kejati) Jawa Timur menangkap Kasubbag Program Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Provinsi Jawa Timur, Heru Susanto, Selasa (10/2). Diduga Heru ditangkap terkait dugaan penyelewengan dana hibah APBD untuk Kamar Dagang & Industri (Kadin) Jatim di Pemprov Jatim, yang saat ini sudah naik ke tahap penyidikan pada proses pemeriksaan di Kejati Jatim Berdasarkan informasi, penangkapan terjadi di Kantor Balitbang Jatim, Jalan Gayung Kebonsari 56 Surabaya, sekitar pukul 13.00 WIB.
Penangkapan Heru tersebut dilakukan oleh dua aparat dari Kejati.
Dikonfirmasi hal itu, Kepala Balitbang Jatim, Priyo Darmawan, membenarkan bahwa pihak Kejati Jatim telah membawa anak buahnya bernama Heru Susanto.
Sebelum penangkapan, juga beredar kabar adanya penggeledahan di
ruangan stafnya tersebut, tapi dia membantahnya. “Bukan penggeledahan, mereka (aparat Kejati Jatim) kirim surat panggilan terhadap anak buah saya dan staf saya yang diwawancarai. Dan mereka minta izin ke saya untuk membawa staf itu di Kejati Jatim,” ungkap Priyo, Selasa (10/2).
Saat ditanya penyebab penangkapan itu, ia menyebut bahwa ada
permasalahan dana hibah dari Pemprov Jatim yang dikelola oleh Kadin Jatim. “Anak buah saya (Heru) itu selaku pembuat SPJ dan dia bekerja atas permintaan Dr Nelson, Peneliti Balitbang Jatim yang nyambi kerja di Kadin Jatim,” tuturnya.
Karena itu, pihaknya berkilah penangkapan karena dugaan masalah dana

hibah tersebut tidak ada kaitannya dengan SKPD yang dipimpinnya. “Jadi peneliti dan staf saya melaksanakan kegiatan Kadin Jatim di bawah kepemimpinan La Nyalla Mattalitti itu bukan tupoksi Balitbang Jatim. Mereka bekerja atas inisiatif sendiri dan tidak ada kaitannya dengan Balitbang Jatim,” tegas Priyo. (JARAK) web majalah fakta / majalah fakta online

Tuesday, February 10, 2015

LINTAS ACEH : MASJID NURUL IMAN BEUREUGHANG SEMBELIH 19 EKOR SAPI DAN MASJID NURUL IMAN NIBONG SEMBELIH 6 EKOR SAPI DAN 5 EKOR KAMBING

Panitia Qurban Masjid Nurul Iman Beureghang
PANITIA Qurban Masjid Nurul Iman Beureghang, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, Senin pagi (6/10) - 11 Zulhijjah 1435 Hijriah - menyembelih 19 ekor sapi qurban untuk dibagikan kepada kaum dhu’afa, fakir miskin dan orang-orang yang tidak mampu di kawasan tersebut. Demikian kata Nurdin Syeh, Ketua Panitia Qurban, didampingi Hamdani dan panitia lainnya. “Yayasan Masyarakat Turki pun ikut membantu menyumbang seekor sapi,” katanya.
             Sedangkan Masjid Nurul Iman, Kecamatan Nibong, Aceh Utara, di hari yang sama menyembelih 6 ekor sapi dan 5 ekor kambing, yang dagingnya dibagi-bagikan kepada para anak yatim, fakir miskin dan kaum dhu’afa di Kecamatan Nibong. Penyembelihan seluruh hewan qurban dilakukan oleh Tgk H M Rasyid, Imum Chik (Imam Besar) masjid tersebut. Demikian penjelasan A Mansur, Ketua Panitia Qurban. (F.864) web majalah fakta / majalah fakta online

LINTAS ACEH : MASYARAKAT PAYA TEUREUBANG TANGKAP 2 MALING KAMBING

Dari kiri : Aiptu Dapot S (Kanit Reskrim Polsek Nibong),
Lira dan Munawir (dua tersangka pencuri kambing)
SELASA (7/10), sekitar pukul 04.00 WIB, masyarakat Gampong Paya Teureubang, Kecamatan Nibong, Aceh Utarta, menangkap 2 tersangka pencuri kambing, yang kemudian diserahkan kepada Polsek Nibong.
Arifin Cut, Sekdes Paya Teureubang, mengatakan, pagi itu masyarakat Paya Teureubang melihat 2 unit sepeda motor masing-masing dikendarai 2 orang di mana satu di antara 2 sepeda motor itu membawa seekor kambing yang dipangku oleh salah seorang yang duduk di belakang. Karena curiga, masyarakat langsung mengejarnya dengan sepeda motor. Mereka lari ke arah jalan len pipa, lalu setibanya di kawasan persawahan Paqya Talon Gampong Matang Munye, Syamtalira Aron, di perbatasan Gampong Mamplam, Nibong, satu unit sepeda motor itu berhasil disergap masyarakat. Sedangkan sepeda motor yang membawa kambing curian lolos dan menghilang tak diketahui ke mana arahnya.
2 tersangka yang berhasil disergap warga dibawa kembali ke Gampong Paya Teureubang, Nibong, sambil menunggu pagi mereka diinterogasi oleh warga setempat. Pagi harinya Sekdes Paya Teureubang melaporkannya ke Polsek Nibong dan kedua komplotan maling kambing kondangan itu ditahan di Polsek Nibong untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kapolsek Nibong, Iptu Pol Abdullah Salihin, membenarkan pihaknya telah menahan 2 orang komplotan maling kambing itu dengan barang bukti 3 ekor kambing hasil curiannya dan 1 unit sepeda motor Mio yang digunakan untuk mencuri kambing. Adapun yang ditahan di Polsek Nibong masing-masing Lira (20), warga Gampong Meunasah Kumbang, Tupin Punti, Kecamatan Syamtalira Aron, dan Munawir (17), pelajar SMK Beringin, dengan alamat Gampong Blang Bayu, Kecamatan Syamtalira Aron.
Abdullah Salihin mengatakan, kedua tersangka mengaku bahwa kambing hasil curian mereka dikumpulkan di rumah penampungnya di Gampong Meunasah Kumbang, Kecamatan Syamtalira Aron. Maka polisi menuju ke lokasi penampungan dan ternyata yang ada hanya 3 ekor kambing hasil curian mereka, langsung dibawa ke Mapolsek Nibong untuk barang bukti, sedangkan penampungnya yang tidak disebutkan identitasnya melarikan diri.
Aiptu Dapot S, Kanit Reskrim Polsek Nibong, kepada FAKTA mengatakan, kasus pencurian kambing tersebut segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Lhoksukon. (F.434) web majalah fakta / majalah fakta online

LINTAS ACEH : JEMBATAN KAYU YANG RUSAK BERAT DIREHAB KUD BUKIT MAKMUR

TINGKAT kepedulian Koperasi Unit Desa Bukit Makmur terhadap masyarakat pengguna jalan dan jembatan di lintasan Kecamatan Cot Girek dan Lhoksukon, Aceh Utara, begitu tinggi. Sehingga jembatan di perbatasan antara dua kecamatan yang sudah rusak berat sejak awal Agustus lalu, mulai Kamis dan Jum’at (16-17 Oktober 2014) rampung diperbaiki (direhabilitasi) oleh KUD Bukit Makmur Gampong Alueu Leuhob, Kecamatan Cot Girek, Aceh Utara. 
Jembatan kayu di perbatasan Alue Leuhob dan Buket Hagu yang rusak berat tersebut pernah diberitakan Majalah FAKTA pada Edisi Oktober 2014, kondisinya memang sudah sangat memprihatinkan.
Biaya untuk merehabilitasi jembatan kayu yang rusak berat itu berkisar Rp 30 jutaan yang dikeluarkan oleh pihak KUD Bukit Makmur. Sandi, Ketua KUD Bukit Makmur, didampingi KS Manalu, Wakil Ketua Koperasi Perkebunan itu, ketika dihubungi FAKTA Jumat (17/10) di kantornya, Jalan Fajar Jeumpa  Gampong Alue Leuhob, membenarkan telah memperbaiki jembatan kayu yang rusak itu. “Kita tak tega melihat masyarakat pengguna jembatan itu tertatih-tatih saat melintasi jembatan yang rusak itu. Ketimbang warga kecebur ke alur maka kami berusaha memperbaikinya,” kata Sandi.
Sandi lebih lanjut mengatakan bahwa hingga kini pihak pemerintah daerah sepertinya belum terketuk hatinya untuk membangun jembatan itu menjadi jembatan permanen (beton). Maka setiap kali terjadi kerusakan jembatan kayu tersebut biasanya direhabilitasi oleh 4 Koperasi Perkebunan (KOP-BUN) yang ada di sekitarnya. Antara lain Kop-Bun DIPONEGORO Buket Hagu, Lhoksukon, Kop-Bun BUKIT MAKMUR Alue Leuhob, Cot Girek, Kop-Bun PEURATA JAYA Bola Mas, Langkahan, dan Kop-Bun TANI JAYA Babus Salam, Baktiya.  
Namun perehaban kali ini, menurut Sandi, hanya dilakukan dan dibiayai oleh KUD Bukit Makmur saja. Karena ketika diberitahukan kepada KUD yang lainnya yang juga ikut menggunakan jasa lintas jembatan kayu itu malah menolak dengan alasan yang tidak jelas. “Makanya kami pihak KUD Bukit Makmur dengan murah hati dan ringan tangan merehabilitasi jembatan itu,” kata Sandi.
Mudah-mudahan saja mereka para pengurus KUD yang lainnya yang tergabung bersama, akan tergerak hatinya untuk membantu dana rehabilitasi jembatan yang telah rampung diperbaiki oleh pihak KUD Bukit Makmur tersebut. (F.434) web majalah fakta / majalah fakta online

LINTAS ACEH : GURU SD DI ACEH UTARA MASUK ASURANSI JIWA “TAKAFUR”

154 Guru Sekolah Dasar (SD) se-Kecamatan Matang Kuli, Kabupaten Aceh Utara, menjadi anggota Asuransi Jiwa “Takafur”. Hal itu dibenarkan Sarjan SPd, Kepala UPTD – PK Kecamatan Matang Kuli, menjawab “FAKTA” di kantor UPTD tersebut.
            Selama ini para guru SD di bawah UPTD - PK Matang Kuli telah menjadi anggota Koperasi Pegawai Negeri (KPN) “PELITA” jenis Usaha Simpan Pinjam, yang telah lebih dulu dibentuk. Namun, menurut Sarjan, mengingat di daerah ini rawan kecelakaan, terutama sekali kecelakaan lalu lintas, maka pihaknya mengajak seluruh guru SD untuk masuk menjadi anggota Asuransi Jiwa “Takafur”.
            Menurut Sarjan, kalau KPN PELITA setiap anggotanya mendapat santunan sebesar Rp 1 juta setiap mendapat musibah dan kecelakaan. Dana tersebut diambil dari hasil iuran bulanan Rp 5.000,- yang disetor oleh setiap anggota KPN PELITA setiap bulan. Dan simpanan yang Rp 50.000,- per bulan adalah simpanan wajib anggota KPN sebagai biaya Simpan Pinjam. Selain uang iuran yang Rp 5.000,- per bulan dan uang simpanan wajib sebagai Simpan Pinjam, ada lagi biaya bagi anggota KPN PELITA sebesar Rp 20.000,- waktu mendaftar menjadi anggota KPN PELITA.
            Namun Asuransi Jiwa “Takafur” bila anggotanya meninggal dunia secara wajar (meninggal biasa) mendapat santunan Rp 5 juta. TetapI jika anggotanya meninggal dunia akibat kecelakaan, maka Takafur menyantuni anggota yang meninggal itu Rp 9 juta. Santunan tersebut berlaku untuk anggota Asuransi “Takafur” itu sendiri dan juga bagi 2 orang anggota keluarganya. Itulah manfaat dari Asuransi Jiwa “Takafur”. (F.434) web majalah fakta / majalah fakta online

LINTAS ACEH : PELANTIKAN PIMPINAN DPRD KOTA LHOKSEUMAWE

H Zulkifli SH MH, Ketua PN Lhokseumawe,
mengambil sumpah janji (melantik) 3 pimpinan DPRK Lhokseumawe
MELALUI Sidang Paripurna Istimewa di Ruang Sidang Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Lhokseumawe, Rabu (15/10), Ketua Pengadilan Negeri Lhokseumawe, H Zulkifli SH MH, atas nama Ketua Mahkamah Agung RI, mengambil sumpah/janji (melantik) 3 Pimpinan DPRK Lhokseumawe masa jabatan periode 2014-2019 hasil pemilihan umum legislatif (pileg) 9 April 2014. Mereka yang dilantik adalah M Yasir selaku Ketua DPRK Lhokseumawe, Suryadi SE MM selaku Wakil Ketua dan T Sofianus selaku Wakil Ketua.
Sebelumnya, Rabu (10/9), M Yasir dari Partai Aceh dinobatkan sebagai Ketua Sementara DPRK Lhokseumawe.  
Acara Rapat Paripurna Istimewa yang diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur an oleh Tgk Muslim, dilanjutkan dengan shalawat badar, kemudian menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dipimpin oleh Nurhayati SPd. Murtala atas nama Sekretaris DPRK Lhokseumawe, membacakan Surat Keputusan Gubernur Aceh tentang peresmian pengangkatan Pimpinan DPRK Lhokseumawe Masa Jabatan Periode 2014 - 2019. 
Usai dilantik, melalui sambutannya, M Yasir mengatakan bahwa rapat paripurna istimewa yang dilaksanakan Rabu 15 Oktober 2014 tersebut merupakan rapat perdana setelah 3 pimpinan DPRK Lhokseumawe masa jabatan 2014 - 2019 dikukuhkan dan merupakan rapat yang terakhir bagi pimpinan sementara DPRK Lhokseumawe sesuai keputusan Gubernur Aceh  nomor 171.21/750/2014 tanggal 11 Oktober 2014 tentang peresmian pengangkatan Pimpinan DPRK Lhokseumawe.  Rasa terima kasih disampaikan M Yasir kepada semua pihak yang telah mendukung dan memberikan kepercayaan penuh kepada dirinya sebagai pimpinan DPRK Lhokseumawe masa jabatan 2014-2019. Dukungan dan kepercayaan serta kebersamaan masih sangat diharapkan hingga akhir masa jabatan lima tahun ke depan.
“Kepada pemerintah (eksekutif) tentunya nanti akan banyak kritikan dan saran yang kami sajikan selaku pihak legislatif, namun kritik dan saran tersebut bukanlah berarti kami menyimpan antipati dengan program-program eksekutif.  Tetapi kritikan yang kami sampaikan adalah kritikan sehat dan saran yang konstruktif agar program yang akan dan yang sedang berjalan itu benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat, supaya kinerja kita benar-benar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata M Yasir.
“Justru kami sangat berharap agar semua pihak dapat saling membantu dalam melaksanakan tugas bagi kepentingan rakyat yang sangat besar ini,” kata M Yasir kepada anggota dewan terpilih dari sejumlah partai, baik itu partai politik lokal maupun partai politik nasional, supaya sama-sama mendukung serta menjaga cita-cita perdamaian yang telah tercipta selama ini.
Berikutnya disusul dengan sambutan Walikota Lhokseumawe, Suaidi Yahya. Setelah itu pada akhir acara ditutup dengan do’a yang dibacakan oleh Tgk H Hamdani Daud.
M Yasir mengetuk palu 3 kali pertanda acara berakhir dan menyatakan bahwa Rapat Paripurna Istimewa perdana itu ditutup. (F.434) web majalah fakta / majalah fakta online

LINTAS ACEH : DEWAN GURU SMA NEGERI 1 MATANG KULI IKUT SELENGGARAKAN QURBAN

Daging qurban SMA Negeri 1 Matang Kuli yang akan dibagikan
SEPERTI tahun-tahun sebelumnya, Dewan Guru dan pegawai SMA Negeri 1 Matang Kuli, Kabupaten Aceh Utara, kembali menyelenggarakan Qurban Idul Adha 1435 Hijriah/2014. Panitia Qurban SMA Negeri 1 Matang Kuli menyembelih 3 ekor sapi qurban hasil Ibadah Qurban dari 21 anggota Qurban SMA tersebut.
            Penerima daging qurban adalah para anak yatim dari kalangan SMA itu sendiri, berikutnya para fakir miskin dan dhu’afa di lingkungan SMA itu. Hasbi SPd, Kepala SMA Negeri 1 Matang Kuli, selaku Ketua Penyelenggara Qurban Idul Adha turun tangan langsung ke lokasi penyembelihan qurban dan ikut bekerja secara bersama-sama dengan para guru secara gotong-royong.
            Hasbi mengatakan, pihaknya akan terus memotivasi kegiatan qurban di kalangan SMA tersebut, selagi para guru dan pegawai SMA itu masih berhasrat tinggi dalam ikut serta meningkatkan Ibadah Qurban untuk tahun-tahun berikutnya. (F.654) web majalah fakta / majalah fakta online

LINTAS BATAM : Hotel Ruko Makin Marak, Disparta Dan Distako Tutup Mata !

RUMAH Komersial (Ruko) yang dijadikan hotel makin marak di Kota Batam. Diduga terjadi penyalahgunaan perijinan yang dikeluarkan Dinas Pariwisata (Disparta) dan Dinas Tata Kota (Distako) Kota Batam. Toh kedua instansi tersebut tutup mata ! Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tindakan tegas dari kedua instansi yang berwenang memberikan ijin tersebut.  
            Di Batu Aji, Kota Batam, misalnya, ada beberapa titik yang kini telah beralih fungsi dari ruko menjadi hotel. Kedua dinas tersebut diharapkan tidak hanya berpangku tangan, harus bertindak tegas terhadap perijinan yang disalahgunakan, kecuali sudah terima suap jadi lain masalahnya ! (F.947) web majalah fakta / majalah fakta online

LINTAS BATAM : Kabareskrim Pastikan Kasus Abob Dilanjutkan

KEPALA Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri, Komjen Pol Suhardi Alius, memastikan penyelidikan kasus  BBM ilegal dengan tersangka Ahmad Mahbub alias Abob jalan terus. Pihaknya juga memastikan jika Abob dan adiknya, Niwen Khaeriyah, yang merupakan PNS Pemerintah Kota (Pemko) Batam serta tiga orang tersangka lainnya hingga saat ini mendekam di tahanan.
“Ada di (tahanan) Mabes Polri, saya nggak tahu ada desus-desus dari mana yang bilang dia nggak ditahan,” ujar Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Pol Suhardi Alius, saat dijumpai FAKTA di Batam Center, Kamis (22/10).
Selepas Abob ditahan, kata jendral polisi bintang tiga itu, ada pihak-pihak berkepentingan yang menyatakan jika Abob yang dikenal sebagai pengusaha minyak itu masuk dalam DPO (daftar pencarian orang). Mereka di antaranya Bea Cukai. Tak hanya itu, pengusaha yang berencana membangun kawasan wisata  terpadu di Pulau Bokor itu juga diindikasikan terlibat dalam kejahatan lingkungan.
“Lalu kenapa nggak dari dulu ditangkap ? Setelah kita tangkap baru mereka itu ngomong. Tapi kita kan bertumpu pada pembuktian, ada limit time (batasan waktu),” kata Kabareskrim.
Ditahannya Abob, masih kata Suhardi, juga diharapkan menjadi pembelajaran untuk masyarakan luas agar menjalani bisnis dengan baik dan benar serta tidak melanggar aturan. “Ini warning (peringatan) untuk yang lain. (Kasus) ini kalau nggak kuat (penyelidikan oleh aparat kepolisian) ya nggak bisa. Makanya biar betul-betul tuntas,” ucap lulusan Akpol tahun 1985 tersebut.
Hingga  saat ini, sambungnya, pihaknya terus melakukan pengembangan penyelidikan, tak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain yang akan ikut ditarik dalam kasus ini.
Namun, ketika disinggung tentang kabar dugaan keterlibatan beberapa anggota DPRD Kota Batam yang diindikasi mendapatkan mobil mewah Jeep Wrangler Rubicon sebagai imbalan untuk memuluskan izin rencana Abob mereklamasi Pulau Bokor, Kabareskrim menampik. “Soal anggota DPRD hingga saat ini belum ada. Soal itu kalau (nama) mereka ada di BAP (berita acara pemeriksaan) akan kita mintai keterangan. Tapi kan kita juga harus menjunjung asas praduga tak bersalah, harus divalidasi dulu,” kata mantan Kadiv Humas Mabes Polri tersebut.
Lantaran Mabes Polri yang turun tangan mengusut kasus Abob, kata Suhardi, maka pihaknya waktu itu menggandeng Kejaksaan Agung untuk proses hukum selanjutnya. Namun karena kejahatan ini berada di wilayah Kepri dan kasus tersebut tidak berimplikasi secara nasional maka proses selanjutnya akan dikembalikan ke Kepri. “Tapi kalau berkasnya sudah siap atau P21 maka berkas itu akan dikirim (dilimpahkan) ke sini (kejaksaan tinggi),” urainya. (F.947) web majalah fakta / majalah fakta online

LINTAS BATAM : Disperindang Kota Batam Akan Tindak Tegas Agen Dan Pangkalan Elpiji 3 Kg Yang Menyalahi Aturan

UNTUK kesekian kalinya kelangkaan gas elpiji 3 kg terjadi di Kota Batam. Hingga akhirnya Disperindang Kota Batam akan menerjunkan beberapa personilnya untuk kroscek ke lapangan.
               Kabid ESDM, H Amiruddin SSi MSi, berjanji akan menindaklanjuti dan akan menberikan sanksi baik kepada agen dan pangkalan elpiji 3 kg yang nakal. Gas elpiji 3 kg hanya untuk pemakai rumah tangga. Apabila ada agen atau pangkalan yang menjual pada restoran dan perhotelan akan ditindak tegas karena telah menyalahgunakan ijin yang diberikan. “Semoga untuk ke depannya kebutuhan masyarakat dapat tercover dan dapat merasakan kegunaan gas elpiji 3 kg,” ujar Kabid ESDM di sela-sela jam istirahatnya. (F.947) web majalah fakta / majalah fakta online

LINTAS KARIMUN : Penegak Hukum Diminta Mengusut Pelaku Penjualan Buku Kurikulum 2013

BUKU Kurikulum 2013 dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Tahun 2013 dan penerbitan buku tersebut sepenuhnya dibiayai oleh negara serta diberikan secara gratis kepada setiap siswa dengan metode dipinjamkan. Namun niat baik pemerintah dengan menganggarkan buku kurikulum 2013 buat siswa dengan dibagikan secara gratis itu ternyata masih saja ada oknum-oknum pendidikan yang mencoba mencari keuntungan untuk kepentingan pribadi.
            Hal itu terlihat dari diperjualbelikannya buku kurikulum 2013 di beberapa toko buku di Kecamatan Karimun dan Kecamatan Meral. Buku-buku kurikulum 2013 yang diperjualbelikan itu pada umumnya buku tingkat sekolah dasar.
Buku Kurikulum 2013 yang diperjualbelikan itu masih tertulis dalam sampul luar pada halaman belakang,”Milik Negara Tidak Diperdagangkan”.
           “Setiap Buku Kurikulum 2013 yang tertulis milik negara tidak diperdagangkan yang dijual itu coba-coba ditutupi dengan meletakkan harga bandrol penjualan maupun membiarkannya tetap terbuka di antara rak buku etalase tempat penjualan buku di beberapa toko buku yang menjual Buku Kurikulim 2013 tersebut.  Walau diketahui Buku Kurikulum 2013 tersebut dilarang untuk diperdagangkan,” ujar Karto, warga Meral, kepada FAKTA.
          Jamaludin SH, mantan Anggota DPRD Karimun, saat dimintai tanggapannya oleh FAKTA mengatakan, adanya  buku-buku kurikulum 2013 milik negara yang diperjualbelikan di beberapa toko buku itu menunjukkan tingkat penyimpangan dan kebocoran anggaran negara pada level yang memprihatinkan. Setiap lini pada setiap program pemerintah yang diluncurkan dan pembiayaannya berasal dari APBN memang sangat rawan diselewengkan.
          Instrument dalam pemberian buku-buku kurikulum 2013 dari pihak sekolah diharapkan bisa menjelaskan secara transparan pada murid dan wali murid. Adanya wali murid yang membeli buku kurikulum 2013 yang seharusnya didapat secara gratis dari sekolah itu diduga karena masih minimnya sosialisasi.
         Jamaludin SH mendesak agar para penegak hukum segera mengusut oknum-oknum yang terlibat dalam penjualan buku-buku kurikulum 2013 di took-toko buku tersebut.
         Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Karimun, Sudarmadi, saat dikonfirmasi FAKTA,  sedang melakukan dinas luar. (Hendri) web majalah fakta / majalah fakta online

LINTAS KARIMUN : Kejaksaan Diminta Periksa Kadis Perindag Dan UKM Karimun

KECURIGAAN sejumlah kalangan masyarakat terhadap adanya transaksi jual beli lapak meja bagi pedagang di Pasar Puan Maimun kian mengungat. Hal itu setelah ditemukannya beberapa kwitansi jual beli lapak meja oleh Laskar Merah Putih (LMP) Marcab Karimun yang kemudian melaporkan temuannya tersebut ke Kejaksaan Negeri Karimun.
            Jual beli lapak meja bagi pedagang Pasar Puan Maimun oleh seseorang yang diduga sebagai makelar itu tidak terlepas dari adanya dugaan keterlibatan  oknum dari tim relokasi pemindahaan pedagang. Demikian ungkap Djufrial, Sekretaris LMP Marcab Karimun, kepada Hendri dari FAKTA.  
            “Temuan kwitansi jual beli lapak meja kepada pedagang Pasar Puan Maimun tersebut merupakan salah satu  bukti dari buruknya kinerja tim relokasi pemindahaan pedagang dari Pasar Puakang ke Pasar Puan Maimun. Bukti kwitansi jual beli lapak meja bagi pedagang yang direlokasi ini sudah merupakan korupsi. Sebab lapak meja pedagang di Pasar Puan Maimun dibangun dari dana APBD yang notabene aset negara dan tidak boleh diperjualbelikan. Bukti kwitansi yang kita dapat ini telah kita serahkan ke Kejaksaan Negeri Karimun untuk ditindaklanjuti secara hokum,” ujarnya.
            Penyerahan bukti-bukti kwitansi jual beli lapak meja pedagang yang merupakan aset negara itu, lanjutnya, sebagai langkah mendorong kinerja kejaksaan dalam penegakan hukum tindak pidana korupsi. Aksi jual beli lapak meja pedagang ini telah masuk ke ranah tindak pidana korupsi. Hal itu didasari adanya dugaan gratifikasi dan pembiaran yang dilakukan oleh oknum pejabat, hingga terjadinya jual beli lapak meja yang diperuntukkan bagi pedagang tersebut.
           Kejaksaan Negeri Karimun diminta segera memeriksa Kadisperindag dan UKM Karimun, H M Hasby. Karena relokasi pedagang itu di bawah tanggung jawab Dinas Perindag dan UKM.
           Senada disampaikan Jamaludin SH, mantan  Anggota DPRD Karimun. Jual beli meja lapak pedagang di pasar yang dibangun dari dana APBD  merupakan  tindak pidana korupsi. Tindak pidana korupsi itu bukan hanya dilakukan oleh mereka yang menikmati langsung tetapi pejabat yang memberikan akses dan melakukan pembiaran terjadinya penyimpangan terhadap tujuan program yang dianggarkan melalui dana yang berasal dari APBN maupun  APBD, juga ikut melakukan korupsi.
          “Jual beli lapak meja pedagang Pasar Puan Maimun oleh seseorang yang diduga sebagai makelar itu diduga tidak berperan sendiri. Karena data pedagang yang akan dipindahkan tentu berada di tangan tim relokasi pemindahaan pedagang. Untuk dapat menbuktikan ada-tidaknya oknum tim relokasi pemindahan pedagang yang ikut bermain dan menerima hasil penjualan lapak meja pedagang maka pihak kejaksaan harus segera mengusutnya. Terlebih lagi sudah ada laporan dari masyarakat. Hal itu untuk dapat memberikan kepastian hukum dan keadilan kepada masyarakat. Jangan sampai, stigma negatif yang selama ini melekat kepada institusi hokum ternyata benar adanya, yaitu ibarat mata pisau, tajamnya baru hanya menyentuh bagian bawah saja sedangkan bagian atasnya tumpul,” ujarnya.
         Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan UKM Karimun, H M Hasby, hingga berita ini dinaikkan belum bisa dikonfirmasi. (Hendri) web majalah fakta / majalah fakta online

LINTAS KARIMUN : Gubernur Kepri Hadiri Pelantikan Pimpinan DPRD Kabupaten Karimun

Saat berlangsung pelantikan Pimpinan DPRD Kabupaten Karimun 2014-2019
GUBERNUR Kepulauan Riau (Kepri), H M Sani, menghadiri pelantikan Pimpinan DPRD Kabupaten Karimun periode 2014-2019 di Balai Rong Sari DPRD Karimun. Pengangkatan dan pelantikan Pimpinan DPRD Karimun periode 2014-2019 itu tertuang pada Surat Keputusan Gubernur Kepri nomor 1029 tanggal 30 September 2014 yaitu H M Asyura dari Partai Golkar sebagai Ketua, Azmi dari Partai Golkar sebagai Wakil Ketua dan Bakti Lubis dari Partai Hanura sebagai Wakil Ketua.
H M Asyura sebelum dilantik sebagai Ketua DPRD Karimun secara devinitif menyampaikan kinerja awalnya sebagai Ketua DPRD Karimun sementara adalah  mengisi kelengkapan DPRD Karimun dengan  telah terlebih dahulu melakukan   pembentukan fraksi-fraksi dan selanjutnya membentuk komisi-komisi serta dewan kehormatan etik DPRD.
Pengambilan sumpah janji pengangkatan dan pelantikan Pimpinan DPRD Karimun dilakukan oleh Ketua PN Karimun, Rustiyono SH, dihadiri seluruh anggota DPRD Karimun masa bakti 2014-2019 yang berjumlah 30 orang. Selain itu dihadiri pula oleh Gubernur Kepri, H M Sani, Bupati Karimun, Nurdin Basirun, Wakil Bupati Karimun, Aunur Rapiq, Forum Kerja Perangkat Daerah (FKPD), instansi vertikal, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemkab Karimun, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, LSM dan segenap lapisan masyarakat Karimun. (Hendri) web majalah fakta / majalah fakta online

Saturday, February 7, 2015

WATAMPONE RAYA : JALAN PESISIR BANTAENG BEROPERASI TAHUN 2015

PROYEK jalan nasional sepanjang 5 kilometer di pesisir Pantai Mattoanging Bantaeng siap digunakan awal 2015. Saat ini proyek yang menggunakan dana APBN tersebut sudah tahap pengaspalan, jalan tersebut akan menghubungkan pelabuhan Matoanging dengan kota Bantaeng.
Bupati Bantaeng, Dr H M Nurdin Abdullah, mengatakan, proyek tersebut akan dilengkapi jalan layang untuk menghubungkan Pantai Lamalaka sepanjang 10 kilometer. “Anggarannya masih akan diusulkan tahun depan dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU),” jelasnya.
Jalan layang ini dibuat agar Pantai Seruni tidak dilalui kendaraan, daerah tersebut sudah padat pembangunan. Anggaran pembangunan jalan layang tersebut sebesar Rp 35 miliar sepanjang 3 kilometer. Dia berharap, tahun depan dana dari pusat kembali dikucurkan untuk Bantaeng. Tahap pertama akan hanya sampai kota Bantaeng. Untuk menghubungkan Lamalaka, harus ada jalan layang,” tuturnya.
Menurut dia, proyek nasional tersebut diharapkan dapat mengurai kemacetan di kota Bantaeng. Tahap awal hanya 5 kilometer dulu, ke depan akan dilanjutkan hingga Lamalaka sepanjang 10 kilometer. Hingga jarak tempuh dari arah batas Kabupaten Jeneponto ke kota Bantaeng dapat dipersingkat hanya 5 menit. Selain itu jalan tersebut juga dapat berfungsi sebagai mitigasi bencana. Pemukiman nelayan juga akan aman, akan terhindar dari abrasi pantai karena sepanjang pantai ada tanggul. (F.566) web majalah fakta / majalah fakta online

WATAMPONE RAYA : USAID PRIORITAS GELAR PELATIHAN PROFESI GURU

RENCANA pengembangan sumber daya manusia (SDM), baik pendidik maupun tenaga kependidikan, secara berkelanjutan telah tertuang dalam rencana strategis Kementerian Pendidikan 2010-2014. Hal tersebut disampaikan oleh Mustajib dari Usaid Prioritas usai melakukan pelatihan bagi guru dan tenaga kependidikan di Bantaeng baru-baru ini.
Menurut Mustajib, konsep pengembangan tersebut dituangkan dalam pengembangan keprofesian berkelanjutan. “Usaid Prioritas mendukungnya melalui kegiatan pelatihan ini yang didesain secara utuh agar bisa memberikan program pengembangan profesionalisme guru yang baik”.
Lebih jauh dikatakan, supaya pelatihan yang diberikan efisien dan efektif, perlu dilakukan analisis biaya dan kebutuhan pelatihan atau cost and benefit analysis agar diketahui sumber anggaran pelatihan harus dilakukan analisis keuangan pendidikan kabupaten. Itu semua dalam rangka mengembangkan profesionalisme guru secara terus-menerus. Materi pelatihan itu terdiri atas analisis kebutuhan pelatihan guru (INA), analisis biaya pelatihan guru (APBG) dan analisis keuangan pendidikan (APK). Walaupun terdiri atas perangkat analisis, pelaksanaannya dapat diintegrasikan (diparalelkan atau berdiri sendiri sesuai dengan kebutuhan masing-masing kabupaten).
“Kompetensi guru pendidikan dasar masih rendah, nilai uji kompetensi guru pada 2013 rata-rata hanya mencapai 47,86 persen. Melihat kenyataan tersebut, pemerintah melalui kemendikbud telah memprogramkan upaya pengembangan profesionalisme guru. Usaid Prioritas membantu dalam pendampingan,” katanya. (F.566) web majalah fakta / majalah fakta online

WATAMPONE RAYA : PETANI JENEPONTO PANEN PADI 8,8 TON PER HEKTAR

DIKENAL sebagai daerah yang memiliki luas wilayah yang tandus, ternyata tidak menyurutkan semangat para petani di Kabupaten Jeneponto untuk terus meningkatkan hasil panen padinya. Terbukti dalam panen raya, petani Jeneponto memanen 8,8 ton padi per hektar.
Panen raya tersebut merupakan program Badan Ketahanan Pangan yang bekerjasama dengan Kodam VII Wirabuana dengan Pemprov Sulsel di wilayah Kodim 1425 Jeneponto bersama Pemkab Jeneponto, Senin (8/9).
Dalam panen raya yang dilaksanakan di Desa Langkura, Kecamatan Turatea, Bupati Jeneponto, H Iksan Iskandar, mengaku terkejut dengan hasil panen petani di Kabupaten Jeneponto mengingat sebagai daerah yang dikenal memiliki tanah yang tandus. “Banyak pihak yang tidak mengira bahwa petani di Jeneponto sukses meningkatkan hasil panen dalam setiap tahunnya. Panen raya yang kita lakukan bekerja sama dengan Kodim 1425 Jeneponto ini merupakan visi-misi kami sehingga ke depan bidang pertanian akan lebih fokus untuk meningkatkan hasil panen,” katanya.
Dalam acara tersebut turut hadir Wakil Bupati Jeneponto, H Mulyadi Mustamu, dan unsur pimpinan muspida dan pejabat lainnya. Di antaranya Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Provinsi Sulsel, M Haris, Kasiter Korem 141 Toddopuli Makassar, Mayor Infanteri Adeprasetya, Dandim 1425 Jeneponto, Letkol Infranteri Muh Ali Channiago, Kajari Jeneponto, Mustaming, Ketua PN Jeneponto, Herianto, serta beberapa Kepala SKPD lainnya.
Iksan menambahkan, tahun 2013 lalu dalam sekali panen hanya mampu menghasilkan 6,8 ton per hektar, namun jumlah tersebut mengalami peningkatan yang cukup drastis pada tahun 2014 ini mencapai 7 persen. “Dari data Dinas Pertanian Provinsi Sulsel, hasil panen padi kita dari tahun 2013 hanya 6,8 per hektar kini naik menjadi 8,8 per hektar dengan jumlah lahan yang ada di Jeneponto sebanyak 100 hektar,” jelas Iksan.
Dandim 1425 Jeneponto, Letkol Infanteri Moh Ali Channiago, mengatakan, kerja sama dalam bidang pertanian dengan Pemkab Jeneponto adalah bentuk perhatian TNI untuk meningkatkan kualitas hasil panen yang mampu menjadi kebanggaan petani Butta Turatea. “Saya berharap kerja sama dalam bidang pertanian ini dapat terus kita lakukan untuk meningkatkan taraf hidup petani kita,” tuturnya. (F.566) web majalah fakta / majalah fakta online

WATAMPONE RAYA : NURDIN AKAN JADIKAN BANTAENG KOTA SEPERTI BATU

BUPATI Bantaeng, Dr H Muh Nurdin Abdullah, mengakui wacana menjadikan Kabupaten Bantaeng sebagai Kota karena terinspirasi dari Kota Batu, Jawa Timur.
Menurut Nurdin, daerah tersebut memiliki kesamaan dengan Banyorang yang memiliki cuaca sejuk. Hal itu merupakan potensi untuk agrowisata. Kelurahan Banyorang yang terletak di Kecamatan Tompobulu, akan digabung dengan Kecamatan Uluere. “Banyorang akan dijadikan ibu kota dan pusat pemerintahan, sementara Uluere memiliki potensi kebun wisata, keduanya saling melengkapi,” ujar Nurdin Abdullah.
Bupati Bantaeng dua periode tersebut mengklaim Bantaeng akan mampu menyaingi Kota Batu, sebab daerah pegunungan Bantaeng akan menjadi kota baru dengan potensi ekonomi cukup besar.
“Wilayah Banyorang akan memiliki pembangkit listrik tenaga hidro, itu merupakan keseriusan kami menjadikan daerah ini sebagai ibu kota,”? ujarnya.
Masih lanjut Nurdin, jika wacana itu terwujud maka seluruh kantor pemerintahan akan direlokasi secara bertahap. Pihaknya mengklaim sudah siap naik status. Saat ini akan diajukan ke DPRD dan Gubernur Sulsel.
“Hampir semua tamu dari pusat yang datang ke Bantaeng mengatakan daerah ini sudah layak naik status, jumlah penduduknya sebanyak 250 ribu jiwa. Itu sudah memenuhi syarat,” ujarnya.
Sementara Wakil Bupati Bantaeng, H M Yasin, mengamini rencana Bupati Bantaeng tersebut. Menurutnya, kota Bantaeng saat ini sudah sesak. “Itu perencanaan ke depan, Bantaeng sudah layak naik status jadi kota,” ujarnya.
Mantan Sekkab Bantaeng tersebut menilai tiga kecamatan yang berada di pesisir pantai seperti Pa'jukukan, Bissappu dan Bantaeng akan jadi kawasan industri, sementara daerah pegunungan layak untuk ibu kota. Ini juga akan jadi pemerataan pembangunan, potensi pegunungan juga besar. Sehingga seluruh wilayah Bantaeng akan tergarap potensinya,” katanya Yasin. (F.566) web majalah fakta / majalah fakta online

WATAMPONE RAYA : KEPALA SEKOLAH DIGENJOT TINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN

KEPALA sekolah mempunyai peran strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan demi mewujudkan sekolah unggul yang diminati masyarakat. Sudah sewajarnya apabila kemudian muncul tuntutan agar para kepala sekolah meningkatkan kapasitas dirinya untuk mendongkrak mutu sekolah yang dipimpinnya.
Andi Akbar Amier yang dipercaya kembali menjadi Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bulukumba bertekad menyelesaikan tuntutan agar kepala sekolah meningkatkan mutu pendidikan, seperti disiplin sekolah. “Kepala Sekolah harus memiliki strategi dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Inilah yang kami akan lakukan secepat mungkin,” tutur Andi Akbar Amier, Rabu (10/9). 
           Menurutnya, kurikulum dan panduan manajemen sekolah sebaik apa pun tidak akan berarti jika tidak ditanggapi oleh guru dan kepala sekolah secara profesional. “Karena itu tuntutan terhadap profesionalisme guru sering dilontarkan,” kata Andi Akbar Amier, Kadisdikpora Bulukumba. (F.566) web majalah fakta / majalah fakta online

WATAMPONE RAYA : SINJAI TUAN RUMAH LINUX INDOESIA

AKTIVITAS dan Developer Sistem Operasi Opersource se-Indonesia mengadakan Indonesia Linux Conference (ILC) atau Konferensi Linux se-Indonesia berlangsung di Wisma Hawai Sinjai, Sabtu (13/9).
“Sejumlah peserta dari berbagai daerah di Indonesia tiba Sinjai sejak Jumat malam, antara lain kelompok pengguna Linux NTB, Gorontalo, Jakarta, Kendari, serta Makassar,” kata Muh Ilham, Ketua Panitia ILC 2014.
Bupati Sinjai, H Sabirin Yahya SSos, menghadiri dan membuka acara kegiatan ini. Ada beberapa materi seminar dan sosialisasi antara lain pengenalan Linux Karampuang yang dikembangkan KPLI Sinjai, Cloud Computing, White Hacking serta cara membuat animasi dengan menggunakan aplikasi blender.
“Kami mengundang perwakilan siswa SMA sederajat dan mahasiswa di Sinjai untuk meramaikan ILC. Perkembangan teknologi bisa mereka saksikan di ILC 2014. Konferensi Linux ini merupakan ajang tahunan yang digagas Yayasan Penggerak Linux Indonesia (YPLI). Setelah Kabupaten Sinjai, ILC tahun 2015 dijadwalkan berlangsung di Tegal, Jawa Tengah,” katanya. (F.566) web majalah fakta / majalah fakta online

WATAMPONE RAYA : BUPATI IKSAN ISKANDAR TERUS PROMOSIKAN POTENSI JENEPONTO

BUPATI Jeneponto, H Iksan Iskandar, menghadiri acara kemajuan percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi yang dihadiri juga oleh para Kepala Daerah se-Indonesia dan juga para investor.
Kepala Bagian (Kabag) Humas Pemerintah Kabupaten Jeneponto, H Dini Hajad Kurniawan, mengatakan, Bupati Jeneponto mengikuti acara tersebut merupakan salah satu upaya cara meningkatkan perekonomian masyarakat Jeneponto dan memperluas percepatan ekonomi. Bupati Jeneponto mengikuti acara kemajuan percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia 2011-2025 yang pelaksanaannya di Jakarta Convertion Center.
“Ini semua merupakan perhatian pemerintah daerah untuk suatu sistem perencanaan pembangunan kabupaten secara keseluruhan,” katanya.
Dini Hajad juga menyebutkan, dasar dari pelaksanaan kegiatan tersebut untuk mendorong percepatan pembangunan di daerah dengan jangka pendek dan jangka panjang, pembiayaan jangka panjang dengan cara merevitalisasi pembiayaan yang ada. Pendalaman pada industri nasional dengan pemahaman memperkenalkan investor luar untuk menciptakan investor lokal, menciptakan akses masuk untuk berinvestasi jangka panjang di Republik Indonesia. (F.566) web majalah fakta / majalah fakta online 

WATAMPONE RAYA : PEMKAB BANTAENG SIAPKAN BONUS RP 1 MILIAR

MESKI tidak memasang target juara pada Pekan Olahraga Daerah (Porda) XV dan Pekan Paralimpic Provinsi (Peparprov) III yang berlangsung 9 hingga 10 September 2014, namun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantaeng tetap menyiapkan bonus Rp 1 miliar untuk para atletnya yang berprestasi.
Bonus tersebut dimaksudkan untak memompa semangat para atlet agar mampu meraih medali dalam pesta olahraga akbar tingkat kabupaten/kota se-Sulsel ini. “Kami tidak berjanji, tapi sebagai wujud apresiasi terhadap atlet yang mampu memberikan medali, pemda menyiapkan bonus Rp 1 miliar,” kata Bupati Bantaeng, Dr H M Nurdin Abdullah, ketika mengukuhkan kontingen Porda XV dan Peparprov III di lapangan Pantai Seruni.
Menurut Prof Dr H M Nurdin Abdullah, sebagai tuan rumah, atlet Bantaeng harus mampu menahan emosi karena ini juga turut menentukan keberhasilan tim.
“Jaga emosi karena ini turut menentukan keberhasilan tim,” pintanya seraya memberi contoh kesebelasan Persiban Bantaeng yang mempersembahkan poin penuh setelah mengalahkan kesebelasan tamu, Luwu Timor (Lutim), dengan skor telak 4-1. “Meski sempat terjadi kemelut dengan wasit oleh tim tamu, namun kesebelasan Bantaeng tidak bereaksi. Kita harus bisa memberikan yang terbaik agar kontingen tuan rumah tampil membanggakan seluruh masyarakat,” ujarnya.
Bupati dua periode itu mengingatkan, jangan karena mengejar medali sehingga para atlet kehilangan control. “Kita tidak mau berhasil sebagai penyelenggara tapi berharap dukungan masyarakat untuk mempersembahkan prestasi yang maksimal”.
Pemkab dan masyarakat, lanjutnya, bangga kepada pengurus komite olahraga Bumi Butta Toa Bantaeng, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan para pengurus cabang olahraga yang dengan sungguh-sungguh mempersiapkan kontingen yang sarat tantangan tapi pantang menyerah. “Jiwa patriotis harus tetap terpatri, jangan sampai luntur, tunjukkan kepada masyarakat bahwa atlet Bantaeng mampu dan sanggup bersaing dan mempersembahkan yang terbaik untuk Sulsel,” ujarnya. (F.566) web majalah fakta / majalah fakta online

WATAMPONE RAYA :SINJAI TAMBAH EMAS CABANG RENANG

KONTINGEN Pekan Olahraga Daerah (Porda) Kabupaten Sinjai kembali menambah pundi emas mereka melalui cabang renang. Kali ini Nurfah Nurul Utami mencatkan namanya sebagai peraih medali emas untuk nomor 800 meter gaya bebas putri dengan mengalahkan perenang putri asal Kabupaten Tana Toraja dan Kabupaten Bone.
Keberhasilan Nurul Utami meraih medali emas ini dilengkapi dengan keberhasilannya memecahkan rekor pada Porda 2010 lalu di Kabupaten Pangkep dengan catatan waktu 11,09 menit, dimana Nurul Utami meraih catatan waktu 10,25 menit.
Selain emas di nomor 800 meter gaya bebas putrid, Nurul Utami juga mempersembahkan emas bagi Kabupaten Sinjai melalui nomor 400 meter gaya bebas putri, serta medali perunggu di nomor 400 meter gaya bebas putri bersama perenang asal Kabupaten Sinjai lainnya, Nurul Inayah ST, Irmayanti dan Dita Maharani.
Manajer renang Kabupaten Sinjai, Ahmad Karim, mengatakan, apa yang telah dicapai oleh atlet renang Sinjai ini sudah sesuai dengan harapan. Namun semua atlet masih akan terus berjuang untuk bisa menambah pundi-pundi medali bagi kontingen Sinjai melalui cabang renang.
Selain itu Sinjai juga memperoleh tambahan medali perak melalui perenangnya, Irmayanti, yang turun di nomor 200 meter gaya punggung. Sinjai masih berpeluang meraih medali di nomor 1.500 meter gaya bebas putri, gaya punggung dan dada serta nomor estafet. (F.566) web majalah fakta / majalah fakta online

WATAMPONE RAYA :BUPATI BULUKUMBA LANTIK PEJABAT ESELON

JANJI Bupati Bulukumba, Zainuddin Hasan, melakukan perombakan terhadap pejabat eselon II, III dan IV akhirnya dibuktikan. Pejabat yang dilantik sebanyak 204 orang ditambah Direktur PDAM Bulukumba.
Mantan Anggota DPRD Bulukumba, Muhammad Djuharta, mengungkapkan, pihaknya sangat prihatin melihat mutasi yang dilakukan bupati tersebut. Sebab, menurut dia, belum apa-apa bekerja di instansi yang dipimpinnya sudah digeser. Seharusnya bupati memberikan ruang sedikit lebih lama untuk memperlihatkan kinerjanya baru melakukan pergeseran. “Luar biasa mutasi yang dilakukan bupati ini, kami prihatin melihatnya, ada yang baru menjabat kembali digeser,” ujar dia sambil menambahkan, alasan sebagai penyegaran tidak bisa dijadikan rujukan karena baru menjabat. “Seharusnya mutasi melihat pada kinerja, kalau kinerjanya memang tidak maksimal maka sangat wajar kalau digeser”.
Bupati Bulukumba, Zainuddin Hasan, menjelaskan, reposisi jabatan bagi pejabat bukan hal luar biasa bagi dirinya, mutasi ini hanya bagian dari penyegaran saja sekaligus regenerasi terhadap pejabat lama ke yang baru. “Maka semua pegawai mulai eselon II, III dan IV harus siap kapan saja dimutasi. Selain itu, sekaligus juga untuk mengisi beberapa lembaga baru terbentuk yang masih kosong. Apalagi jabatan ini hanya amanah saja, bukan milik pribadi,” kata Bupati Bulukumba. (F.566) web majalah fakta / majalah fakta online