Wednesday, June 29, 2016

ADVERTORIAL KOTA KEDIRI

MENYONGSONG MEA DENGAN MUSRENBANG

ARUS globalisasi telah membawa masyarakat dunia menuju era di mana semakin tipis batas-batas atar negara. Berbagai kesepakatan antarnegara dilakukan untuk menjamin bahwa perdagangan antarnegara dapat berjalan dengan lancar dan bebas hambatan, salah satunya adalah Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Dengan adanya MEA, produk dan tenaga kerja dapat masuk ke negara lain sesama anggota MEA tanpa adanya hambatan.
            Persaingan produk dan tenaga kerja sesama anggota MEA tidak dapat dihindari dan tentunya akan membawa dampak positif dan negatif tergantung bagaimana masyarakat dan pemerintah menyikapinya. Lantas, di mana peran pemerintah ? Untuk menyikapi gempuran produk dan tenaga asing ke Indonesia, peran pemerintah adalah menerbitkan regulasi yang melindungi produk dan tenaga kerja dalam negeri. Pemerintah juga berperan untuk memfasilitasi masyarakat dalam peningkatan kemampuan sumber daya manusia maupun dunia usaha serta mendorong masyarakat agar mengembangkan diri dalam menghadapi persaingan.
Pemerintah harus mampu menyerap berbagai permasalahan yang terjadi di masyarakat  baik pada tataran individu maupun dunia usaha untuk mencari solusi yang tepat, di sinilah musrenbang berperan penting.
            Pemerintah Kota Kediri, Provinsi Jawa Timur, menjadikan musrenbang sebagai sarana yang cukup handal untuk menentukan strategi pembangunan dalam menyikapi peluang dan tantangan di masa yang akan datang. Seluruh pemangku kepentingan dilibatkan dalam proses perencanaan pembangunan, di antaranya kelompok masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, akademisi, dunia usaha, DPRD dan eksekutif. Dengan bersatunya seluruh pemangku kepentingan dalam forum perencanaan pembangunan ini akan dapat menghasilkan solusi-solusi untuk menentukan arah pembangunan jangka pendek maupun jangka panjang.
            Berbagai program unggulan yang dimiliki Pemerintah Kota Kediri lahir dari hasil musrenbang ini. Program pemberdayaan masyarakat (Prodamas) adalah salah satu program unggulan untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat yang proses perencanaannya dilakukan melalui musrenbang. Melalui forum pra-musrenbang/rembug warga, berbagai usulan kegiatan pada skala rukun tetangga (RT) dibahas dan diputuskan.
Pemerintah Kota Kediri mengalokasikan dana khusus untuk mengakomodir seluruh usulan program pemberdayaan masyarakat ini dengan dana Rp 50.000.000,- per RT, dengan jumlah RT di Kota Kediri sebanyak 1.442 RT.
Sedangkan program/kegiatan yang berskala besar dan lintas wilayah maupun bidang dibahas tersendiri untuk dibahas pada musrenbang tingkat kecamatan maupun kota.

Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar SE, saat memberikan sambutan 
dalam pencanangan MUSRENBANG 2016.
            Pemerintah Kota Kediri memiliki komitmen dalam mewujudkan pembangunan masyarakat yang menyeluruh dan berkesinambungan dengan menyerap aspirasi masyarakat dari berbagai bidang. Hal ini tercermin dalam pelaksanaan musrenbang. Agar fokus dalam menangani permasalahan dari berbagai bidang, pelaksanaan musrebang dibagi menjadi 4 bidang. Pembagian bidang ini juga merupakan strategi yang relevan dalam menghadapi peluang dan tantangan berlakunya MEA.
Pertama, bidang pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial. Melalui bidang ini pemerintah berupaya untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) dengan cara meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap layanan pendidikan dan kesehatan dan memberikan perlindungan sosial bagi masyarakat. Tantangan utama dalam perdagangan global adalah kualitas sumber daya manusia, sehingga peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan kesehatan menjadi syarat mutlak untuk menghadapi persaingan global. Di samping itu pemerintah juga menyiapkan program perlindungan sosial untuk mengantisipasi dampak negatif perdagangan global.
Kedua, bidang lingkungan hidup, perumahan dan fasilitas umum. Bidang ini fokus pada penyediaan infrastruktur yang mendukung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. Berkaitan dengan infrastruktur, daya saing produk merupakan salah satu kunci sukses dalam kompetisi global sehingga penyediaan infrastruktur yang mendukung perekonomian dapat meningkatkan efisiensi biaya produksi bagi produk lokal.
Ketiga, bidang ketenteraman, ketertiban dan pelayanan umum. Melalui bidang ini Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) Kota Kediri berupaya meningkatkan layanan publik yang cepat, tepat, dan murah serta menciptakan ketenteraman dan ketertiban bagi masyarakat.
Keempat, bidang perekonomian, pariwisata, dan budaya. Bidang ini mengakomodir berbagai usulan dalam rangka peningkatan ekonomi masyarakat melalui berbagai kegiatan peningkatan skill tenaga kerja maupun wirausaha serta meningkatkan pariwisata dan budaya di Kota Kediri. Berbagai program peningkatan kapasitas tenaga kerja dan peningkatan kemampuan usaha menjadi jawaban atas masuknya produk dan tenaga kerja asing. Tenaga kerja dengan skill yang tinggi serta usaha lokal yang dapat menghasilkan produk yang unik dan kompetitif akan dapat menembus pasar nasional maupun internasional serta dapat menangkal serbuan produk maupun tenaga kerja asing.

            Dengan demikian peluang dan tantangan Masyarakat Ekonomi ASEAN dapat dijawab dengan berbagai program dan kegiatan yang lahir dari musrenbag. (ADV Bappeda Kota/RIED) web majalah fakta / majalah fakta online

No comments:

Post a Comment