Friday, September 9, 2016

LAPORAN KHUSUS

Jalan Mulus,  Bupati Wahid Raih Government Award 2016

DALAM tiga tahun terakhir, pembangunan infrastruktur di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel),  memperlihatkan perkembangan dan kemajuan yang pesat. Hampir seluruh jalan utama menuju ibu kota kecamatan sudah rata dan mulus. Sejumlah jembatan yang sebelumnya terbuat dari kayu ulin pun kini telah berganti dengan rangka baja.
Semua itu tak lepas dari tekad dan kesungguhan Bupati HSU, Drs H Abdul Wahid HK MM MSi, yang menginginkan perbaikan dan pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah HSU. Ia menegaskan agar tidak ada lagi jalan utama menuju kecamatan yang berlobang-lobang. “Jika memang ada jalan yang rusak, secepatnya diperbaiki,” ujarnya.
Patut diketahui, hingga akhir 2015 lalu, sekitar 80 persen jalan menuju ibu kota kecamatan di Kabupaten HSU sudah mulus beraspal. Tinggal tersisa 20 persen pada jalan yang menghubungkan Desa Kalintamui, Kecamatan Banjang, dengan Kecamatan Amuntai Utara. Tercatat, pada 2013 ruas jalan darat yang diperbaiki sepanjang 15,05 km. Kemudian pada 2014 sepanjang 8,74 km, dan pada 2015 sepanjang 57, 297 km. Sehingga total ruas jalan yang telah diperbaiki mencapai 81,052 km dari keseluruhan ruas jalan di HSU sepanjang 328,823 km.
Wahid yakin pembangunan dan perbaikan sarana infrastruktur akan bisa meningkatkan roda perekonomian dan taraf hidup masyarakat. Sebab itu, ia bersyukur alokasi anggaran pembangunan infrastruktur setiap tahun terus meningkat. Jika pada 2014 alokasi anggarannya hanya Rp 30 miliar, pada 2015 melonjak menjadi Rp 80 miliar. Bahkan, pada tahun anggaran 2016 naik menjadi Rp 170 miliar. “Dengan anggaran sebesar itu,  bisa dipastikan semua jalan utama menuju kecamatan dan sejumlah jalan desa yang diprioritaskan perbaikannya akan berjalan mulus dan lancar,” kata Wahid.
Proyek pembangunan jalan yang semula tersendat pun akan terselesaikan. Pembangunan jalan yang menghubungkan jalan kecamatan paling ujung, yakni Kecamatan Paminggir, menuju Kecamatan Danau Panggang, misalnya. Meski telah dimulai sejak 2013, kenyataannya proyek pembangunan jalan darat Danau Panggang-Peminggir sepanjang 34 km hingga akhir 2015 baru bisa terbangun sekitar satu kilometer.
Lambannya realisasi pembangunan jalan itu terjadi akibat sulitnya akses menuju Kecamatan Paminggir yang selama puluhan tahun masih agak terisolir karena hanya memiliki akses jalan sungai atau rawa. Hal itu membuat biaya yang harus dikeluarkan untuk pembangunan jalan darat tersebut sangat mahal dan memakan waktu lama.
Wahid mengakui jika pembangunan sarana infrastruktur jalan dan jembatan di wilayahnya yang hampir 90 persen berupa hamparan rawa ini membutuhkan anggaran lebih besar dibanding wilayah pegunungan. “Untuk pembangunan jalan darat Danau Panggang-Paminggir sepanjang satu kilometer tersebut sudah menelan anggaran sebesar Rp 5,9 miliar,” jelasnya. Maklum, jalannya harus dibangun dengan menguruk rawa yang kemudian dilapisi geotekstil dan pasir batu (sirtu). Sisi kiri dan kanan badan jalannya harus disiring dengan pasangan batu. “Karena itu, pada APBD murni 2016 kembali dianggarkan sebesar Rp 24 miliar untuk menyambung pembangunan jalan Danau Panggang-Paminggir,” tambahnya.
Kendati demikian, Wahid pun menjelaskan, sampai tahun ini fasilitas jalan di Kecematan Danau Panggang kondisinya sudah mulai baik, seperti jalan Babirik menuju Danau Panggang, jalan Danau Panggang menuju Amuntai baik melewati Alabio maupun Telaga Selaba. “Alhamdulillah kami bisa menganggarkan dana kurang lebih sebesar Rp 42 miliar untuk 97 item kegiatan pembangunan infrastruktur di Kecamatan Danau Panggang tahun 2016,” ujarnya.
Salah satu item kegiatan tersebut adalah peningkatan jalan berupa pengaspalan dengan kualitas hotmix. Anggarannya sebesar Rp 6,5 miliar. Semua ini bertujuan agar fasilitas jalan bisa dinikmati oleh masyarakat untuk berbagai kepentingan dan kebutuhan.
Sementara itu, Ir Masrani, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemkab HSU, menambahkan, pembangunan infrastruktur di daerahnya memang lebih mahal dan biaya perawatannya pun tak murah. “Jalan-jalan di kawasan berawa cepat rusak saat musim hujan karena tergenang air,” ujarnya.

Diharapkan masyarakat terus meningkatkan kebersamaan, menjalin kerja sama dan memberikan dukungan demi kelancaran pembangunan di Kabupaten HSU.
Permudah Akses Ke Kota
Tak hanya jalan utama, Pemkab HSU juga memperhatikan perbaikan jalan titian ke wilayah desa terpencil. Hal ini dilakukan agar masyarakat bisa lebih mudah terhubung dengan wilayah perkotaan. Sebut saja di antaranya peningkatan jalan titian dari Desa Pasar Senin menuju ke Desa Pinangkara, titian jalan menuju Desa Telaga Mas dan Sarang Burung.
Selain itu, selama kepemimpinan Abdul Wahid, beberapa jembatan rangka baja tipe B dan C juga dibangun megah di beberapa wilayah kecamatan. Konstruksi jembatan baja sengaja dibangun karena sesuai dengan kondisi wilayah Kabupaten HSU yang berupa lahan rawa. Jembatan rangka baja dinilai lebih tahan lama, sehingga bisa mengurangi biaya pemeliharaan dan mampu dilintasi berbagai jenis kendaraan guna mendorong perekonomian masyarakat.
Sampai akhir 2015 telah dibangun sebanyak tiga jembatan rangka baja yakni jembatan rangka baja tipe B di Desa Hambuku, Kecamatan Sungai Pandan, senilai Rp 6,62 miliar, jembatan rangka baca tipe c di Desa Lok Bangkai dan Patarikan, Kecamatan Banjang, senilai Rp 6,18 miliar serta jembatan rangka baja tipe c Kuangan- Kamahaya, Kecamatan Amuntai Utara, senilai Rp 6,3 miliar. Pada 2016 rencananya akan dibangun sebanyak 7 buah jembatan rangka baja.
Di luar itu, Pemkab HSU juga bakal fokus untuk membangun sarana transportasi desa sehingga lebih mudah terhubung ke daerah perkotaan. Untuk peningkatan sarana transportasi ini Pemkab HSU berencana menyediakan mobil operasi tiap desa baik secara bertahap maupun langsung.
Penghargaan Government Award 2016
Kepedulian dan keberhasilan Bupati HSU, H Abdul Wahid HK, dalam membangun infrastruktur jalan di wilayah HSU ternyata dinilai oleh berbagai pihak dan patut diberikan penghargaan. Salah satu media nasional Sindo Weekly yang melihat kinerja Bupati Wahid dalam pembangunan infrastruktur menilai patut diberikan penghargaan, karena apa yang telah dilakukan Bupati Wahid tentu saja memberikan dampak yang signifikan bagi peningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena dengan baiknya jalan dan terhubungnya desa dengan kecamatan akan memudahkan masyarakat dalam melakukan aktifitas ekonomi.
Selasa (12/4) bertempat di Hotel Grand Sahid Jakarta, Bupati HSU, H Abdul Wahid HK, menerima penghargaan Government Award 2016 dalam kategori Infrastruktur. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Sofyan A Djalil SH MA selaku Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Penghargaan ini diberikan untuk mendorong dan memotivasi pemerintah daerah agar sungguh-sungguh dan bertanggung jawab terhadap tugas dan amanah yang diembankan kepadanya     demi kepentingan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Bupati Wahid mengatakan, penghargaan ini adalah untuk masyarakat HSU. Pasalnya, tanpa dukungan dari seluruh lapisan masyarakat HSU maka berbagai program pembangunan akan sulit dan lambat dilaksanakan. Karenanya Bupati Wahid terus berharap agar masyarakat terus meningkatkan kebersamaan, menjalin kerja sama dan memberikan dukungan demi kelancaran pembangunan di Kabupaten HSU. (Tim) web majalah fakta / majalah fakta online

No comments:

Post a Comment