Wednesday, November 9, 2016

LINTAS PAPUA

46 ANGGOTA SATPOL PP JALANI PENDIDIKAN DI SPN JAYAPURA

Kepala SPN Jayapura, Kombes Pol Daniel Prio D A SIK, dan anggota Satpol PP Kabupaten Boven Digoel saat jalani pendidikan di SPN Jayapura.
SEBANYAK 46 Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (SPPP) Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua, menjalani pendidikan latihan dasar Polisi Pamong Praja di Sekolah Polisi Negara (SPN) Jayapura.
“Kita dari SPN hanya akan membentuk sikap dasarnya, penampilannya, PBB (Peraturan Baris-berbaris) dan ilmu kepolisian dasar, sedang materi kepamongprajaan akan diberikan oleh tim Satpol PP Provinsi Papua,” kata Kepala SPN Jayapura, Kombes Pol Daniel Prio D A SIK, Senin (9/5).
Dikatakan, bentuk pelatihan yang akan diberikan merupakan latihan dasar kepolisian dan juga berkaitan dengan tugas kepamongprajaan, yang dilaksanakan selama 3 minggu, 9 – 31 Mei 2016.
Pihaknya sangat berharap Satpol PP di kabupaten/kota lain di Provinsi Papua juga melakukan hal serupa, mengarahkan anggotanya untuk menjalani pendidikan dan pelatihan di SPN Jayapura.
“SPN ini kan lembaga yang memiliki kredibilitas untuk melakukan pendidikan, baik dari segi peralatan, pengajar maupun yang lainnya kita memiliki kompetensi untuk itu,” ucapnya.
Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Sat Pol PP Kabupaten Boven Digoel, Wiliem Salemba, ditemui di SPN mengatakan, pelatihan Satpol PP di SPN Jayapura berdasar tugas dan fungsi Satpol PP yang merupakan rekan kerja kepolisian. Dan diharapkan setelah melakukan pendidikan dan pelatihan di SPN, dapat diterapkan di Kabupaten Boven Digoel.
“Kami kan partner dari polisi, jadi kami melakukan pendidikan di sini. Dan lagi memang SPN adalah lembaga pendidikan, jadi sudah sepatutnya pendidikan dan pelatihan Satpol PP dilakukan di SPN,” ujarnya.
Ia berharap anggota Satpol PP Kabupaten Boven Digoel nantinya dapat menerapkan apa yang diperoleh di SPN Jayapura, sebagai polisi pengawal dan penegak Perda Pemerintaah Kabupaten.
“Kami harap mereka dapat mengimplementasikan apa yang diperoleh di SPN Jayapura ini di daerah, dan ini kan pendidikan dasar, jadi paling tidak mereka sudah tahu dasar untuk bertindak di lapangan, bagaimana melayani masyarakat dengan humanis bukan dengan kekerasan, terlebih yang kita hadapi adalah pedagang-pedagang kecil,” tuturnya. (Ist) web majalah fakta / majalah fakta online / mdsnacks

No comments:

Post a Comment