Saturday, August 12, 2017

IKLAN


IKLAN


ADVETORIAL JAYAPURA

WALIKOTA JAYAPURA CANANGKAN
BULAN JUNI SEBAGAI BULAN PANCASILA

Walikota Jayapura, Dr Benhur Tomi Mano MM.
WALIKOTA Jayapura, Dr Benhur Tomi Mano MM, mencanangkan bulan Juni sebagai bulan Pancasila di Kota Jayapura, Kamis, 1 Juni 2017. Pencanangan bulan Pancasila ini dilakukan di lapangan upacara kantor Walikota Jayapura, yang ditandai dengan pelepasan balon berwarna merah putih bertuliskan,’’Saya Indonesia, Saya Pancasila,’’ disaksikan Muspida Kota Jayapura, Sekretaris Daerah Kota Jayapura, Forkompimda, dan sejumlah tamu undangan dari berbagai elemen masyarakat.
Penetapan bulan Juni sebagai bulan Pancasila telah ditetapkan oleh Presiden RI, Joko Widodo, berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) No. 24/2016 yang sekaligus penetapan sebagai Hari Libur Nasional.
Melepaskan balon merah putih bertuliskan,’’Saya Indonesia, Saya Pancasila’’. 
“Saya mengajak seluruh masyarakat di Kota Jayapura untuk menggelorakan Pancasila sebagai dasar pembangunan Indonesia. Gotong royong merupakan dasar negara sebagai landasan hidup orang Indonesia,” kata Walikota BTM.

Ditambahkan BTM, dengan UUD 1945 kita bisa hidup rukun untuk memajukan negeri dengan Pancasila, untuk membangun dunia yang damai di tengah kemajemukan.  (F.867)

ADVETORIAL BADUNG

Bupati Giri Prasta Serahkan Hibah 3 M Di Desa Punggul

Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta, disaksikan pemerintah, anggota DPRD Badung dan masyarakat Desa Punggul menyerahkan dana hibah sebesar Rp 3 miliar di Desa Punggul, Abiansemal, Sabtu (17/6).
BUPATI Badung, I Nyoman Giri Prasta, menyerahkan dana hibah sebesar Rp 3 miliar di Desa Punggul, Abiansemal, Sabtu (17/6). Hibah ini untuk pembangunan Pura Dalem Penataran Sari, Banjar Padang, Desa Punggul, sebesar Rp 2 miliar dan untuk pembangunan Balai Banjar Kelodan Punggul sebesar Rp 1 miliar.
Penyerahan secara simbolis hibah yang terlebih dahulu telah ditransfer ke rekening penerima tersebut disaksikan Anggota DPRD Badung, IB Sunarta dan I Gede Suardika, Kabag Humas, Putu Ngr Thomas Yuniarta, Camat Abiansemal, I Gst Ngr Suarjaya, Perbekel Punggul, Kadek Sukarma, Bendesa Adat Punggul, I Nyoman Murjana, para kelian banjar se-Punggul serta krama pengempon Pura Dalem Penataran Sari Banjar Padang dan krama Banjar Kelodan Punggul.
Dalam sambutannya, Bupati Giri Prasta menyampaikan bahwa pencairan dana hibah ini sudah melalui proses dan mekanisme sesuai dengan aturan yang berlaku, mulai dari KUA dan PPAS, rancangan APBD, kesepakatan dengan DPRD, verifikasi, penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dan dana ditransfer ke rekening penerima melalui Bank BPD Bali. Untuk membuktikan kepada krama bahwa dana tersebut telah cair, panitia menarik dana dari bank untuk diperlihatkan kepada krama. Dan secara khusus mengundang bupati untuk menyerahkan secara simbolis. "Ini sebagai bukti kepada masyarakat bahwa dana tersebut sudah cair. Kami pemerintah dan masyarakat sebagai ‘manusa saksi’ telah cairnya hibah tersebut. Nanti panitia boleh menarik semua maupun menabung kembali dan ditarik sesuai peruntukan pembangunan. Dalam pembangunan nanti masyarakat juga diharapkan ikut mengontrol penggunaan dana tersebut," tegasnya.
Di bagian lain Bupati Giri Prasta menyadari, kebanyakan waktu krama habis untuk melaksanakan kegiatan adat dan keagamaan lainnya. Untuk itu Pemkab Badung berkomitmen membantu pembangunan di desa adat. Hal ini sudah menjadi salah satu dari lima skala prioritas pola pembangunan nasional semesta berencana di Badung, yakni pelestarian dan pengembangan seni, adat, agama dan budaya. 
Kepada krama pengempon Pura Dalem Penataran Sari dan krama Banjar Kelodan diharapkan dapat memanfaatkan dana hibah ini sesuai dangan peruntukannya dan diharapkan pembangunan dapat berjalan dengan baik sesuai dengan harapan bersama. Selain itu bupati juga mengharapkan krama agar selalu menjaga rasa persatuan dan kesatuan serta mendukung program Pemerintah Kabupaten Badung dalam upaya meningkatkan kesejahteraan krama Badung.
Sementara Bendesa Adat Punggul, I Nyoman Murjana, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati dan DPRD Badung yang telah membantu pembangunan di Desa Punggul khususnya Pembangunan Pura Dalem Penataran Sari Banjar Padang dan pembangunan Balai Banjar Kelodan. Dijelaskan bahwa untuk pembangunan Pura Dalem Penataran Sari selain mendapat bantuan hibah, juga didukung dari swadaya murni krama pengempon sebesar Rp 170 juta, bantuan APBDes Punggul dan Punia terkumpul Rp 260 juta. "Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan dana hibah dari Bapak Bupati dan DPRD Badung. Semoga pembangunan ini dapat berjalan dengan baik sesuai keinginan masyarakat," tambahnya.

Kelian Banjar Kelodan Punggul, I Gst Made Sudika, mengatakan, pembangunan balai banjar ini diawali dengan pembelian tempat balai banjar melalui urunan krama dari tahun 2014 hingga 2016. Setelah mempunyai tempat, krama sepakat memohon bantuan ke Pemerintah Kabupaten Badung dan tahun ini bupati telah mengabulkan permohonan krama dengan membantu pembangunan Balai Banjar Kelodan. "Kami atas nama krama Banjar Kelodan mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Bupati atas bantuan ini. Ke depannya kami juga mohon didampingi sehingga tidak ada kesalahan dalam penggunaan dana ini," jelasnya. (Humas Setda Kabupaten Badung)

ADVETORIAL BADUNG

Bupati Giri Prasta Serahkan Pencairan Hibah 3 M
Pembangunan Pura Desa lan Puseh, Desa Adat Ambengan

Bupati Badung, Nyoman Giri Prasta, menyerahkan dana hibah Rp 3 miliar untuk pembangunan pura disaksikan masyarakat sebagai upasaksi bukti dana hibah sudah cair kepada Krama Desa Adat Ambengan, Sabtu (3/6), di Pura Dalem lan Pura Desa Puseh, Desa Adat Ambengan.
BUPATI Badung, I Nyoman Giri Prasta, menyerahkan pencairan dana hibah sebesar Rp 3 miliar kepada panitia pembangunan Pura Desa lan Puseh, Desa Adat Ambengan, Desa Ayunan, Kecamatan Abiansemal, disaksikan masyarakat yang menjadi upasaksi sebagai bukti dana hibah Pemkab Badung sudah cair kepada krama Desa Adat Ambengan, Sabtu (3/6), di Pura Dalem lan Pura Desa Puseh, Desa Adat Ambengan.
Selain itu bupati secara simbolis juga menyerahkan punia sebesar Rp 50 juta untuk upakara/aci piodalan di Pura Desa lan Puseh, yang telah dilaksanakan sebulan lalu. Acara tersebut dihadiri Ketua DPRD Badung diwakili Anggota DPRD, IB Sunartha, bersama I Nyoman Satria dan I Made Ponda Wirawan, juga hadir Kabag Humas, Putu Ngr Thomas Yuniarta, dari Dinas Kebudayaan, Sekcam Abiansemal beserta Tripika Kecamatan, Perbekel Ayunan, I Made Sugatra, Kepala BPD Bali Cabang Mangupura.
Bendesa Adat Ambengan, I Made Ladra, atas nama krama Desa Adat Ambengan menyampaikan terima kasih atas bantuan hibah yang diberikan Bupati Badung dan Pemerintah Kabupaten Badung serta DPRD Badung untuk pembangunan Pura Desa lan Puseh Desa Adat Ambengan. Diharapkan dengan bantuan ini apa yang direncanakan pembangunan oleh krama dapat berjalan dengan baik dan lancar. Untuk itu krama Desa Adat Ambengan akan selalu mendukung program pembangunan yang dilaksanakan Pemkab Badung yang telah terbukti dapat memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Ditambahkan bahwa penggunaan dana 3 M ini untuk pembangunan Pura Desa lan Puseh. Untuk pembangunan pondasi sudah dilakukan, dan pembangunan pura direncanakan selesai per 31 Desember 2017 nanti. Krama Desa Adat Ambengan yang berjumlah 58 ayahan arep dan 156 KK nanti pada tanggal 20 September 2017 juga akan melaksanakan upacara nyekah masal untuk pertama kalinya. Untuk itu mohon bantuan dari Pemkab Badung.
Bupati Giri Prasta menyadari bahwa kebanyakan waktu krama desa adat habis di adat dan kegiatan agama lainnya. Untuk itu Bupati Giri Prasta berkomitmen membantu pembangunan di desa adat termasuk kegiatan lainnya. Hal ini juga sudah menjadi salah satu dari lima skala prioritas pembangunan di Badung yakni pelestarian dan pengembangan seni, adat, agama dan budaya di Kabupaten Badung. "Sudah menjadi komitmen kami, pembangunan khayangan tiga desa adat menjadi tanggung jawab pemerintah, " jelasnya.
Diharapkan di pura khayangan tiga, krama sudah melaksanakan tri mandala, ada utama mandala, madya mandala dan nista mandala yang dilengkapi dapur dan toilet. Selain pembangunan di khayangan tiga, sumber daya manusia di pura yakni pemangku juga tak luput dari perhatian. Bupati akan mengambil kebijakan mulai tahun 2018, pemangku khayangan tiga akan diberi gaji.
Lebih lanjut Bupati yang terkenal bares ini menjelaskan, untuk meringankan beban masyarakat desa adat, pemkab juga sudah mengambil kebijakan memberikan dana punia untuk upakara/aci setiap Piodalan di Pura Khayangan Tiga Desa Adat, termasuk di Pura Paibon. Khusus di Desa Adat Ambengan ini  tidak hanya sebatas memberikan bantuan, namun bupati siap mendukung segala pembangunan di Desa Adat Ambengan termasuk rencana nyekah masal.

Mengenai penyerahan hibah ini, bupati mengatakan, hibah sudah melalui mekanisme dan sesuai dengan aturan yang berlaku. Dana hibah sebelumnya sudah masuk ke rekening masyarakat penerima. Dan penyerahan dana ini merupakan penyerahan secara simbolis sebagai bukti kepada masyarakat telah mendapat bantuan, selanjutnya dalam pelaksanaannya nanti masyarakat juga diharapkan dapat mengontrol penggunaan dana tersebut. "Pencairan dana hibah ini sudah berproses mulai dari KUA dan PPAS, rancangan APBD, kesepakatan dengan DPRD, melakukan verifikasi, penandatanganan NPHD dan panitia sudah menerima dana di rekening di BPD. Dan secara simbolis panitia menarik uang ini untuk bukti kepada masyarakat bahwa dana ini sudah cair. Nanti panitia menarik sesuai peruntukan pembangunan," tegasnya. (Humas Setda Kabupaten Badung)

ADVETORIAL BADUNG

Badung Matangkan Pengembangan Smart City
2018 Diharapkan Sudah Jalan

Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta, saat rapat koordinasi dan sosialisasi pengembangan sarana teknologi informasi/smart city di Puspem Badung, Kamis (8/6).
PEMKAB Badung terus mematangkan pengembangan Smart City. Konsep smart city ini diharapkan dapat memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan mudah kepada masyarakat Badung. Tahun ini sedang dikebut pembangunan infrastruktur fiber optik dari Uluwatu hingga Belok Sidan. Diharapkan tahun 2018 layanan aplikasi Badung Smart City sudah dapat dinikmati masyarakat Badung. Hal tersebut terungkap saat rapat koordinasi dan sosialisasi pengembangan sarana teknologi informasi/smart city di Puspem Badung, Kamis (8/6). Rapat dipimpin langsung Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta, serta dihadiri Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), I Wayan Weda Dharmaja, para Camat dan Perbekel/Lurah se-Badung. 
Pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Kominfo Badung, Weda Dharmaja, mengatakan, rapat koordinasi dengan para Camat, Perbekel/Lurah, ini dalam rangka melaksanakan salah satu program unggulan Pemkab Badung yakni melaksanakan tata kelola pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat berdasarkan pengembangan teknologi informatika (TI). Pengembangan TI ini sebagai upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat secara efisien, efektif, tepat dan murah.
Dijelaskan bahwa pembangunan smart city di Badung sudah dinilai oleh pemerintah pusat. Dari seluruh kabupaten/kota di Indonesia dipilih 100 dan dipilih lagi yang akan siap mengembangkan kabupaten smart city. Salah satu dari 25 daerah yang dipilih adalah Kabupaten Badung dan telah dilaksanakan MoU dengan pemerintah pusat.
Smart city secara teoritis sudah diterima, karena sudah melaksanakan sistem aplikasi di masing-masing SKPD. "Setiap tahun pusat memberikan penghargaan kepada Badung, karena semua program sudah menerapkan teknologi informasi. Namun sekarang akan dikembangkan agar mampu terintegrasi secara keselurahan," jelasnya.
Pengembangan smart city ini bertujuan lebih mudah dan efisien sehingga masyarakat juga memahami kondisi aktual di lapangan. Akan lebih mudah mengembangkan potensi-potensi yang ada di wilayah Badung, masyarakat dan pemerimtah akan mudah mengakses apa yang diprogramkan di Badung. Selain itu untuk mempercepat mengantisipasi keadaan yang tidak terduga. "Yang paling penting dalam pengembangan ini adalah infrastruktur sebagai penopang utama pengembangan smart city, baik itu dalam bentuk wifi, fiber optik (FO) dan lainnya yang akan dipasang di seluruh wilayah Badung," tambahnya.
Membangun jaringan dari ujung utara hingga selatan Badung, Pemkab Badung telah bekerja sama dengan pihak ketiga untuk dibantu pemasangan/menanam fiber optik dari Uluwatu, Tanjung Benoa hingga Belok Sidan. Smart city juga akan didukung dengan pembangunan CCTV di tempat strategis untuk melaporkan situasi di Kabupatem Badung dan akan terekam di Badung Command Center. "Dipasang kurang lebih 90 titik CCTV dari utara ke selatan untuk memperkuat jaringan kita. Rencananya, 2018 di desa juga akan dilalui FO dan memasang wifi di seluruh banjar, pustu, kantor desa utamanya sekolah dalam memberikan layanan terhadap laptop dan ujian online di sekolah sehingga seluruh masyarakat dapat terlayani TI secara gratis," terangnya. 
Sementara Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta, mengatakan, memang sudah menjadi komitmen Pemkab Badung untuk mengembangkan smart city sehingga masyarakat Badung terlayani teknologi informasi dengan baik. Melalui smart city ini ke depan Pemkab Badung ingin mewujudkan Badung smart sosiality, berpihak kepada rakyat.
Bupati Giri Prasta menjelaskan, dalam pengembangan smart city, di anggaran perubahan 2016 sudah dilakukan kajian oleh UNUD sehingga ditentukan aplikasi apa yang akan dijalankan. Sementara di anggaran induk tahun 2017 sudah dilaksanakan pembangunan gedung Badung Command Center yang akan diisi oleh Kantor Kominfo, Badung Command Center dan Data. "Konsep smart city ini adalah concecting, controlling dan monitoring," jelasnya.
Sementara di anggaran perubahan 2017 ini akan dilakukan kajian teknis agar sinkron dengan RPJPD dan RPJMD serta sistem dan aplikasinya. “Tahun 2018 baru diharapkan sistem ini dapat berjalan dengan baik, dan dapat dijangkau oleh masyarakat di desa maupun banjar”.
Mengenai jaringan fiber optik, kata bupati, infrastrukturnya sudah dikerjakan mulai dari Uluwatu hingga Belok Sidan. Untuk itu diharapkan kepada SKPD dan Perbekel/Lurah agar mendukung dalam pemasangan CCTV di tempat-tempat strategis dan ke depan akan diisi CCTV di setiap desa dan banjar. "Kami sudah anggarkan di induk 2018 untuk pengembangan smart city ini sebesar Rp 95 M. Ke depan kami ingin menjadi pilot project terkait smart city," ujarnya.

Bupati juga sudah melakukan studi komparasi ke beberapa daerah dan hasilnya digabungkan untuk dipakai di Badung. Bila infrastuktur dan sistem smart city ini sudah dapat terbangun, tidak berlebihan kiranya dari Badung membangun Bali. Bupati ingin membangun Bali dengan konsep one island, one management. Sementara untuk aplikasi, khusus di desa, smart city ini menjadi satu. "Agar pengembangan smart city dapat berjalan dengan baik dan lancar, kami harapkan dukungan dari semua pihak khususnya para perbekel/lurah agar terus melakukan koordinasi dengan kominfo, sehingga pembangunan jaringan aplikasi dapat berjalan dengan baik," pungkasnya. (Humas Setda Kabupaten Badung)

Tuesday, August 8, 2017

ADVETORIAL SURABAYA



Walikota Surabaya Apresiasi Foto Karya Pelajar Surabaya

“Jangan berpikir hanya sekedar foto”
SELAIN sebagai sebuah karya seni, fotografi juga menjadi salah satu media untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat. Bertempat di Mustafa Center, Royal Plasa, Rabu (31/5) sebanyak 25 siswa pelajar SMA/SMK memamerkan karya fotonya. Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, berkenan membuka pameran dengan tema "Surabaya Di Mata Pelajar" tersebut.
Walikota Risma dalam sambutannya memberikan apresiasi untuk para pelajar. Menurutnya, kegiatan fotografi tersebut dapat menjadi salah satu kegiatan positif untuk mengisi waktu luang para pelajar. Dampaknya tentu dapat menghindarkan para generasi muda dari kegiatan yang bersifat negatif.
Walikota Risma juga memberikan semangat kepada pelajar yang menjadi peserta pameran untuk selalu mengembangkan dan mengasah keahliannya di bidang fotografi. “Jangan berpikir hanya sekedar foto, suatu saat kalian akan bisa merasakan hasilnya,” ujar walikota perempuan pertama dalam sejarah Surabaya tersebut.
Sementara itu, Rizal Hidayat, ketua pameran tersebut, menjelaskan bahwa pameran ini merupakan bagian dari workshop yang digagas oleh komunitas Wartawan Foto Surabaya (Wafos). Tujuan dari workshop tersebut adalah selain berbagi ilmu tentang fotografi jurnalistik, juga agar para pelajar memliki kegiatan positif untuk mengisi waktu luang. Narasumber workshop adalah Trisnadi Marjan dari AP Photo, Sugeng Deas dari Jawa Pos, serta jurnalis senior, Martha Nur Fadilah.
Rizal menambahkan, untuk pameran foto ini para peserta dibebaskan untuk mengambil obyek yang diinginkan namun tetap sesuai dengan tema yakni Surabaya. Foto yang dipamerkan dalam acara tersebut adalah foto yang lolos kurasi. Pameran foto tersebut digelar hingga 4 Juni 2017. (Rilis)

ADVETORIAL SURABAYA



Walikota Surabaya Sambut Tim Verifikasi Lapangan Kota Layak Anak

Surabaya telah lolos administrasi.
TIM Verifikasi Lapangan Kota Layak Anak melakukan kunjungan ke Kota Surabaya. Bertempat di ruang sidang walikota, Balaikota Surabaya, Sabtu (3/6), kunjungan mereka disambut oleh Tri Rismaharini, Walikota Surabaya.
Sebagai informasi, Kabupaten/Kota Layak Anak adalah Kabupaten/Kota yang mempunyai sistem pembangunan berbasis hak anak melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha, yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam kebijakan, program dan kegiatan untuk menjamin terpenuhinya hak dan perlindungan anak.
Tri Rismaharini, Walikota Surabaya, menjelaskan, dalam penerimaan tim verifikasi lapangan turut serta Kapolrestabes Surabaya, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Kejaksaan Negeri Surabaya dan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya, Dewan Pendidikan, Forum Anak Surabaya, LSM peduli anak.
Walikota Risma menambahkan, Pemerintah Kota Surabaya memberikan makanan tambahan untuk 33.737 paud dan 903 pos paud. Pelayanan akte kelahiran dilakukan secara gratis dan pengurusan dapat dilakukan secara online. Akte kelahiran dikirim melalui pos. Pihaknya juga memberikan makanan gratis untuk 4.806 difabel.
Masih menurut walikota, terdapat 15 lokasi puskesmas ramah anak yang dilengkapi dengan taman bermain. Terkait sekolah inklusi 50 SD, 20 SMP, transpor guru, pelatihan guru, alat peraga, pembinaan keterampilan dan sebagainya.
Ia menambahkan, sekolah gratis mulai SD hingga SMP, 5% anak kurang mampu diterima tanpa tes, pendidikan untuk semua (termasuk penyandang difabelitas.
Ernanti, Tim Verifikasi Lapangan Kota Layak Anak, mengatakan bahwa kali ini kunjungan diikuti oleh lima orang dari Tim Verifikasi Lapangan Kota Layak Anak. Pihaknya bertugas untuk melakukan verifikasi lapangan ke Surabaya. Pihaknya telah menerima laporan melalui aplikasi. Menurutnya, Surabaya telah lolos administrasi sehingga hari ini dilakukan kunjungan ke lapangan. Ia menambahkan, ada 24 poin yang nantinya akan dinilai saat kunjungan lapangan.
Rencananya, tim verifikasi lapangan akan mengunjungi 20 titik secara acak dalam dua hari,  Sabtu (3/6) dan Senin (5/6). Beberapa di antaranya perpustakaan Balai Pemuda, Puspaga, Command Center, shelter laki-laki dan perempuan, Kampung Pemenang IKAS. (Rilis)